Pengecut tidak mampu menunjukkan cinta. Cinta adalah hak prerogatif seorang pemberani –Mahatma GandhiCinta sejati baru ada bila orang berani terluka -Bunda Teresa
Nama
“Derek” berasal dari kata dalam bahasa Inggris Dare yang artinya Berani.
Jadi, orang yang menyandang nama itu diharapkan menjadi sosok yang pemberani
menghadapi tantangan apapun dalam hidupnya. Termasuk aku.
Namun,
untuk kasus ini akan lebih tepat jika disebut “belum berani”. Yah, belum belum
berani mengharapkan tindak lanjut dari perasaan yang sudah ada. Terlalu sulit
sepertinya jika ingin memperjuangkan sedangkan di pihak yang satunya seakan tak
ada respon positif, malah semakin tak terlihat, tak terdengar dan tak
terjangkau. Apa coba yang bisa aku lakukan?
Menunggu....
Menunggu
datangnya respon yang baik, atau menunggu perasaan ini hilang. Yah, intinya
sama-sama menunggu. Bukannya aku tak berani mengambil resiko untuk
memperjuangkan, tapi posisinya menuntut aku untuk diam, menunggu, dan mengamati
supaya tahu apa, bagaimana dan kapan aku harus bertindak. Huft, udah kaya induk
singa aja nih yang ngawasin mangsa.
Akhir-akhir
ini kamu sering muncul dalam mimpiku. Kenapa ya? Mbokan kangen sama kamu
xixixixi. Kamu nakal sie, hobinya lari-lari dipikiranku terus. Membuat hatiku
senatiasa cenat-cenut. Jadi nggak heran deh kalau kamu sering ada di mimpiku.
Padahal dalam mimpiku kamu cuma nelpon aku, dengan kata lain aku mimpi kamu
nelpon aku. Nggak cuma sekali lho, tapi mimpi ini udah sering. Hehehehe,
mungkin saking kangennya denger suara kamu di telpon jadi kebawa mimpi.
Sering
muncul di mimpi tapi sangat jarang bersinggungan di dunia nyata. Sibuk dengan
urusan masing-masing mungkin. Iya kan? Kamu dengan kuliahmu, aku dengan...emmm,
dengan... usahaku mencari pekerjaan. Heeee, itu juga nggak jauh beda denganmu.
Sama-sama memaksaku menunggu. Menunggu dipanggil dan diterima atau menunggu
untuk melupakan dan cari di tempat lain. Sama-sama bikin galau, susah tidur,
kurus dan lain sebagainya.
Ya,
intinya aku akan berani pada saatnya nanti. Ketika semua jelas, ketika respon
positif sudah nampak dan ketika kamu ada di hadapanku. Aku bukanlah orang yang
takut dengan luka, justru karena seringnya terluka akhirnya jadi terbiasa.
Bukan berarti rasa sakitnya sudah tidak terasa, namun karena seringnya ini jadi
aku sudah tahu bagaimana sembuh dengan cepat dengan ataupun tanpa bantuan orang
lain.
So,
what? Yah keep calm aja deh, dan nikmati aja semua
prosesnya.
27
November 2013
23:39









0 komentar:
Posting Komentar