Senin, 09 Desember 2013

Bukannya Takut, tapi “Belum Berani”




Pengecut tidak mampu menunjukkan cinta. Cinta adalah hak prerogatif seorang pemberani  –Mahatma Gandhi
Cinta sejati baru ada bila orang berani terluka -Bunda Teresa
Nama “Derek” berasal dari kata dalam bahasa Inggris Dare yang artinya Berani. Jadi, orang yang menyandang nama itu diharapkan menjadi sosok yang pemberani menghadapi tantangan apapun dalam hidupnya. Termasuk aku.
Namun, untuk kasus ini akan lebih tepat jika disebut “belum berani”. Yah, belum belum berani mengharapkan tindak lanjut dari perasaan yang sudah ada. Terlalu sulit sepertinya jika ingin memperjuangkan sedangkan di pihak yang satunya seakan tak ada respon positif, malah semakin tak terlihat, tak terdengar dan tak terjangkau. Apa coba yang bisa aku lakukan?
Menunggu....
Menunggu datangnya respon yang baik, atau menunggu perasaan ini hilang. Yah, intinya sama-sama menunggu. Bukannya aku tak berani mengambil resiko untuk memperjuangkan, tapi posisinya menuntut aku untuk diam, menunggu, dan mengamati supaya tahu apa, bagaimana dan kapan aku harus bertindak. Huft, udah kaya induk singa aja nih yang ngawasin mangsa.
Akhir-akhir ini kamu sering muncul dalam mimpiku. Kenapa ya? Mbokan kangen sama kamu xixixixi. Kamu nakal sie, hobinya lari-lari dipikiranku terus. Membuat hatiku senatiasa cenat-cenut. Jadi nggak heran deh kalau kamu sering ada di mimpiku. Padahal dalam mimpiku kamu cuma nelpon aku, dengan kata lain aku mimpi kamu nelpon aku. Nggak cuma sekali lho, tapi mimpi ini udah sering. Hehehehe, mungkin saking kangennya denger suara kamu di telpon jadi kebawa mimpi.
Sering muncul di mimpi tapi sangat jarang bersinggungan di dunia nyata. Sibuk dengan urusan masing-masing mungkin. Iya kan? Kamu dengan kuliahmu, aku dengan...emmm, dengan... usahaku mencari pekerjaan. Heeee, itu juga nggak jauh beda denganmu. Sama-sama memaksaku menunggu. Menunggu dipanggil dan diterima atau menunggu untuk melupakan dan cari di tempat lain. Sama-sama bikin galau, susah tidur, kurus dan lain sebagainya.
Ya, intinya aku akan berani pada saatnya nanti. Ketika semua jelas, ketika respon positif sudah nampak dan ketika kamu ada di hadapanku. Aku bukanlah orang yang takut dengan luka, justru karena seringnya terluka akhirnya jadi terbiasa. Bukan berarti rasa sakitnya sudah tidak terasa, namun karena seringnya ini jadi aku sudah tahu bagaimana sembuh dengan cepat dengan ataupun tanpa bantuan orang lain.
So, what? Yah keep calm aja deh, dan nikmati aja semua prosesnya.

27 November 2013
23:39

0 komentar:

Posting Komentar