Nggak kerasa udah setahun berlalu. Masih inget banget di OKPT 2011 yang
lalu aku sempet jadi Ketua Bidang Kegiatan (Kabid Giat). Ups... maaf belum tak
jelasin ya, OKPT itu apa. oke deh, jadi OKPT itu adalah Orientasi Kepramukaan
Perguruan Tinggi. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh
Gugus Depan melalui Racana Wijaya Unnes dan ditujukan kepada mahasiswa baru.
Banyak hal yang tak terlupakan dalam proses penyelenggaraan OKPT ini. Sedih
ada, seneng ada, canda tawa samapi diem-diem nangispun ada. Hemmmm, yah itulah
yang namanya kenangan dalam sebuah kegiatan. Barangkali ketika dijalani kita
merasa ogah-ogahan atau berat banget, namun ketika semua itu telah berlalu jadi
asik untuk diceritakan.
Aku sedikit lupa sih, jadi mungkin nggak bisa bercerita secara mendetail. Hehehe....
Cerita berawal dari adanya sebuah wacana kalau OKPT diselenggarakan secara
terbadu dengan pusat kegiatan di Auditorium Unnes untuk hari pertama. Jajaran Mabigus
menyambut baik rencana kami. Ini termasuk
konsep baru lho, soalnya tahun-tahun sebelumnya OKPT diselenggarakan di
guguslatih masing-masing. Tak kalah spektakuler dalam OKPT ini akan
mendatangkan Duta Pramuka yaitu Charlie Fanhauten sekaligus juga Ka. Kwarda
Jawa Barat, Kak Dede Yusuf.
Akan tetapi, rencana tinggal rencana. Banyak kendala disana-sini yang mengakibatkan konsep
terpadu tersebut urung dilaksanakan. Salah satunya karena melonjaknya jumlah
mahasiswa baru Unnes yang melebihi kapasitas ruang Auditorium. So, ya udah
nggak jadi. Kembali ke konsep tahun sebelumnya. Tokoh-tokoh yang disebutkan di
atas, yang seyogyanya akan dihadirkan pada kesempatan itu belum bisa hadir
karena alasan kesibukan. Yah, maklumlah orang terkenal pasti juga sibuk. Hehehehehe...
Perubahan konsep semacam ini bukannya tidak membawa dampak apa-apa bagi
panitia. Jujur pada saat itu kebingungan melanda sebagian besar panitia,
termasuk juga saya. Soalnya, tidak hanya sekali dua kali saja konsep kegiatan
berubah namun beberapa kali dan jaraknya itu berdekatan. Misal dari rapat
koordinasi kemarin menghasilkan keputusan A, kemudian rapat koordinasi 3 hari
berikutnya bisa saja berubah. Bingung, bingung tu, apalagi Sie Giat harus putar
otak lagi mengotak-atik jadwal dan merancang kegiatan supaya dapat berjalan
dengan baik serta yang paling penting menyenangkan bagi mahasiswa baru
tentunya.
Secara keseluruhan kegiatan OKPT berisi penyampaian materi mengenai kepramukaan
di perguruan tinggi, pentas seni, games, dan kreasi guslat. Hal yang menarik
dari kreasi guslat adalah kami merencanakan membuat gambar tunas kelapa raksasa
di lapangan B1 FBS dengan menggunakan gelas plastik bekas berwarna merah dan
putih. Di atas kertas ide tersebut terlihat mudah untuk dilakukan. Tapi di
lapangan belum tentu. Untuk informasi saja OKPT 2011 bertepatan dengan bulan
Ramadhan, jadi selama kegiatan kita juga berpuasa.
Nah, mata acara kreasi guslat dijadwalkan sekitar pukul 13.00 WIB. Wauw,
bisa dibayangkan bagaimana panasnya. Untuk peserta sih, tinggal baris aja
kemudian jalan satu-persatu kemudian meletakkan gelas plastik di tempat yang
sudah di sediakan. Namun, untuk panitia, khususnya sie giat yang bertugas
mengawasi jalannya kegiatan sekaligus mengarahkan dan menata ulang susunan
gelas plastik yang belum sesuai itu, merasakan luar biasa tantangan di bulan
Ramadhan seakan-akan puasa di Arab hehehehehe, kaya pernah ke Arab aja. Berkat dukungan
dari segala pihak semua kegiatan dapat berjalan lancar.
Dari OKPT ini banyak hal yang secara pribadi saya pelajari. Dari bagaimana
mengelola sebuah kegiatan, bagaimana harus berpikir cepat, bagaimana harus
memposisikan diri, dan bagaimana harus bisa bertanggung jawab atas semua hal
yang telah dilakukan. Hal-hal semacam inilah yang menjadikan kita mencapai
sebuah kedewasaan dalam berorganisasi.
Barangkali hanya itu yang membekas dalam ingatan saya. Selebihnya biar foto
yang berbicara....










0 komentar:
Posting Komentar