Rabu, 18 Juni 2014

Ctrl A lalu Del

Yiiiiiihhhhhaaaaa!!!!! Hokyaaaaa!!!!! Ayyyeeeee!!!!
Sengaja sebagai openining aku guling-guling menari kegirangan, tapi juga lagi nangis nggak karuan kesana kemari tanpa henti. Sampai pada akhirnya BBBRRRRAAAAKKKKK!!!!!!! AAAuuuuuuuwwww!!!!!
Kejedod lemari. Benjol. Sedikit tenang.

Hemmmm, jadi begini teman kali ini aku pengen cerita temanya MANTAN. Harusnya kamu langsung paham dong yang aku maksud mantan pacar. Oke, cerdas kalau kamu langsung paham.

Aku nggak mau menjenaralisasi ke semua cewek ya, karena aku yakin nggak semua cewek mengalamiya. Apa itu susah move on. Huuuffftttt menghela nafas. Mungkin di minggu pertama ke dua masih aja keinget mantan, wajar kok orang baru putus kan? Nah, kalo udah setahun putus masih nggak bisa lupa??? Emmmmm, aaaaaaaaa, emmmmmm,....... mungkin masih cinta? Hehehe iya kan?? Ckckckckckck..... itu namanya bodoh!!! Kelewat bodoh malah.

Tapi biar bagaimanapun juga aku ngalamin itu sekarang. Huwaaaaaaaa!!!!! Aku beneran nangis lho ini. Huwaaaaaa!!!!! Huwaaaaaa!!!!! Huwaaaaaa!!!!!

Ok, ok sabar....iya aku tahu, rumahku bakal banjir lagi kalau tangisku nggak berhenti. Udah, udah aku udah berhenti nangis dan bisa lanjut cerita. Huftttt menghela nafas (lagi).

Aku terlalu bodoh kali ya kenapa nggak bisa ngelupain seseorang yang seharusnya nggak perlu diinget. Susah bro, susah banget. Heran kalau dipikir-pikir daya pikat apa sih yang dia miliki sampe-sampe aku masih aja mengharapnya? Perasaan juga biasa aja. Masalahnya perasaanku udah ketutup sama cinta jadi buta deh, apapun kenyataannya tetep aja aku sayang sama dia.

Andai melupakan itu semudah menghapus file di laptop. Tinggal diklik lalu tekan pojok kanan atas (delete). Langsung ilang semuanya. Barangkali gara-gara cinta yang tadi itu otakku nggak bisa ngelakuin itu. Huft menghela nafas (lagi dan lagi).
Lalu, what should I do?
Melupakannya???? Susah....
Mengharapkannya lagi???? nggak mungkin. Secara dia udah punya cewek lagi. DP bbm yang kamu lihat kemarin (dan sampai tulisan ini aku buat masih belum diganti) cukup mewakili apa yang ingin dia sampaikan. “Udah, lupain aku, nggak usah ngarepin aku lagi, aku udah punya penggantimu”

Pisau? Mana pisau? Jleb!!!!! Iya, jleb banget pesannya. Andai semudah itu melakukannya, udah dari dulu keellllleeeesssss.... *tepok jidad. Melihat DP dengan pacar barumu, aku Cuma bisa bilang “Oh.... okay.... ya.... begitu ya..... baiklah.... dan......dst” kalau diterus-terusin semakin ga jelas, karena terlanjur shock.

Pliiiiiisssssss, some one help me..... do something to me, lepaskan aku dari belenggu yang sulit ini. Satu-satunya yang bisa aku lakukan adalah ikhlas. Ya, ikhlas... nglupain aja susah apa lagi mengikhlaskan? Mau gimana lagi, masih berharap pun juga mustahil kan? Mungkin memang nggak jodoh, mau diapa-apain ya nggak bakal bisa bersatu. Iya kan? Trus perihal melupakan gimana? Ya kalau nggak bisa dilupain, ya dikenang aja dengan sewajarnya. Kenang dia sebagai seseorang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupmu.

Aku bisa nggak melakukan itu? Berhenti berharap dan mengenangnya dengan ikhlas? Bisa tentu bisa. Mudah kok caranya, akhiri postingan ini.
-sekian-

0 komentar:

Posting Komentar