Jumat, 14 November 2014

Rindu Siaga


“Bunda Nikken!!!”
Seruan dari beberapa anak Pramuka Siaga, sesaat setelah mereka menyadari kehadiranku disekolah mereka. Sudah lama sekali aku meninggalkan mereka tapi masih saja ingat denganku, bahagianya.
Dulu, sebelum aku disibukkan dengan tanggung jawab di tempat lain, setiap hari Jumat sore selalu aku mengunjungi mereka, iya berpramuka bersama. Saat itu juga, seruan yang sama selalu aku dengarkan setiap sepeda montorku mulai memasuki lapangan mereka. Belum juga sarung tangan dan helm aku lepas mereka sudah bergrombol saja mereka berebut ingin bersalaman.  Hal ini juga lah, yang sering membuatku rindu dengan anak-anak Siaga ini.

Sore ini pun begitu. Kebetulan ada waktu, ah coba mampir. Sempat aku ragu apakah mereka masih ingat dengan Bundanya yang dulu sering  nitip jajan, Bundanya yang kadang uring-uringan kalau nggak bisa nangani anak-anaknya, dan Bundanya yang paling suka nyuruh mereka untuk main dan jajan. Hahahaha, bunda yang aneh.
Beberapa anak menghampiri dan menyalamiku. Banyak pertanyaan muncul dari bibir mungil mereka.
“Bunda kok udah lama nggak kesini?”
“Bunda ke mana aja?”
“Aku kangen sama Bunda”
“Brarti mulai hari ini Bunda ngajar Pramuka di ini lagi?”
Pertanyaan-pertanyaan yang hanya aku balas dengan senyum. Ternyata aku dirindukan. Aku diharap kehadirannya. Aku speechless.
Benar, rasanya aku juga merindukan mereka. Rindu sapaannya, rindu gelak tawanya, rindu kenakalannya, dan rindu semuanya. Ada satu hal yang istimewa dari Anak Siaga. Senakal-nakalnya mereka, segemes-gemesnya tingkah mereka, tapi kalau sudah melihat wajah imut mereka yang ada hanya senyum saja. Ah… sudahlah.

0 komentar:

Posting Komentar