Seruan dari beberapa anak Pramuka Siaga, sesaat setelah
mereka menyadari kehadiranku disekolah mereka. Sudah lama sekali aku
meninggalkan mereka tapi masih saja ingat denganku, bahagianya.
Dulu, sebelum aku disibukkan dengan tanggung jawab di tempat
lain, setiap hari Jumat sore selalu aku mengunjungi mereka, iya berpramuka
bersama. Saat itu juga, seruan yang sama selalu aku dengarkan setiap sepeda
montorku mulai memasuki lapangan mereka. Belum juga sarung tangan dan helm aku
lepas mereka sudah bergrombol saja mereka berebut ingin bersalaman. Hal ini juga lah, yang sering membuatku rindu
dengan anak-anak Siaga ini.
Sore ini pun begitu. Kebetulan ada waktu, ah coba mampir. Sempat
aku ragu apakah mereka masih ingat dengan Bundanya yang dulu sering nitip jajan, Bundanya yang kadang
uring-uringan kalau nggak bisa nangani anak-anaknya, dan Bundanya yang paling
suka nyuruh mereka untuk main dan jajan. Hahahaha, bunda yang aneh.
Beberapa anak menghampiri dan menyalamiku. Banyak pertanyaan
muncul dari bibir mungil mereka.
“Bunda kok udah lama nggak kesini?”
“Bunda ke mana aja?”
“Aku kangen sama Bunda”
“Brarti mulai hari ini Bunda ngajar Pramuka di ini lagi?”
Pertanyaan-pertanyaan yang hanya aku balas dengan senyum. Ternyata
aku dirindukan. Aku diharap kehadirannya. Aku speechless.
Benar, rasanya aku juga merindukan mereka. Rindu sapaannya,
rindu gelak tawanya, rindu kenakalannya, dan rindu semuanya. Ada satu hal yang
istimewa dari Anak Siaga. Senakal-nakalnya mereka, segemes-gemesnya tingkah
mereka, tapi kalau sudah melihat wajah imut mereka yang ada hanya senyum saja.
Ah… sudahlah.










0 komentar:
Posting Komentar