Calon Penulis dan Penulis

“….nanti pulang dari sini kalo Nikken nulis pasti tulisannya jelek, gue jamin itu. Lalu kapan tulisannya bakal bagus? Kalau dia mau memperbaiki yang kurang bagus, mengedit yang kurang sesuai sehingga menjadi tulisan yang bagus….-RD”

Semangat Berani

"Lebih baik salah dari pada selamanya tidak tahu salah atau benar" -Jomblo

My Inpiration

"Imagine all the wonderful things that will never happen if you do not do them" -Up

Nikken Derek Saputri dan Derek Samtidar

"Akhir sebuah perjalanan merupakan awal dari perjalanan baru" -Wisuda Unnes Periode II tahun 2013

Bersama berbagi tawa canda

"Sahabat adalah keluarga yang kita pilih sendiri"

Kamis, 19 Januari 2012

Behind the Scene of "Suminten Edan"


Beberapa Waktu Sebelum Suminten Menggila (Behind the Scene)
 

Cemas, grogi, panik, dilema, galau dan apalah namanya intinya demam panggung pasti dialami semua kelompok kethoprak yang akan tampil. Termasuk juga kelompok kethoprak rombel 2 BSJ’2009 yang akan menampilkan cerita “Suminten Edan”.
Menurut jadwal kelompok Suminten akan tampil pukul 15.30 WIB. Namun para pemain dan kru sudah bersiap sejak pukul 10.00 pagi. Make up mulai ditorehkan ke wajah semua pemain. Dari Suminten sampai dengan Bergal-bergal. Dandanan kami berkiblat ke Jawatimuran, hal ini karena setting dari cerita Suminten Edan adalah daerah Trenggalek. Make up yang paling mencorong adalah make up Warok yang diperankan oleh Selly dan Ibnu. Setelah dimake up kedua pemeran tersebut sudah tak dikenali sebagai Selly dan Ibnu karena wajah mereka penuh dengan coretan merah dan hitam yang menggambarkan bahwa mereka adalah seorang Warok.
Gelak tawa, candaan silih berganti di ruang persiapan 304 gedung B1. Seakan ingin menggila menghilangkan stress sebelum nantinya benar-benar gila di atas panggung. Saling mengomentari tentang tata rias masing-masing dengan sesekali tertawa tak lupa membahas status fb dari beberapa pemain yang menggambarkan kegelisahan sebelum tampil – hehehe, maklum baru kali ini tampil kethoprak –
Waktu seperti berlari, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 14.00 itu artinya persiapan tinggal sebentar lagi. Kepanikan mulai terlihat dari wajah pemain dan penata kostum. Semua berusaha secepat mungkin mengenakan kostum masing-masing, tapi karena kostum yang dikenakan bukan pakaian seperti sehari-hari, jujur memang sulit jika harus memakai sendiri.
Namun akhirnya Rombongan Suminten Edan Siap!!!!
Seperti biasa sebelum tampil semua pemain dan kru melingkar dan berdoa demi kelancaran penampilan nanti. Dan Sekarang Rombongan Suminten Edan Benar-benar Siap!!!!

Selasa, 10 Januari 2012

Cinta Gila Ala Suminten




Cinta bisa membuat orang gila. Itulah sedikit gambaran dalam pementasan Kethoprak rombel 2 BSJ’09 yang mengusung judul “Suminten Edan”. Gagalnya lamaran dari Subroto membuat Suminten hilang akal sehat dan akhirnya gila. Karena saking cintanya kepada Subroto, tiap laki-laki yang ditemui dikira adalah Subroto. Sungguh malang nasib Suminten.
Bagaimana cerita selanjutnya???? Cekidot!!!!!

Kisah bermula dari keberhasilan Warok Gunaseca (Ibnu Ashari) menumpas brandal (Ana Melisa, Sofi, Berli) yang sering membuat keonaran di Kadipaten Trenggalek. Sebagai hadiah Gunaseca akan diangkat menjadi patih oleh Adipati Dibyongalim (Cipto), namun Gunaseca menolaknya dan sebagai gantinya dia minta supaya putrinya, Suminten (Puput) dijodohkan dengan Subroto (Ryan) putra Adipati Dibyongalim. Sang Adipati menyanggupi, kemudian dia bertanya kepada istrinya (Unik) apakah dia setuju? Istrinya pun menjawab “saya sie, setuju-setuju ajjah” hehehe nggak gitu ding dialognya. Pokoknya pada intinya ibunya Subroto setuju. Subrotopun dipanggil dan ditanyai perihal rencana perjodohannya dengan Suminten. Tanpa perlawanan Ryan, eh maksudnya Subroto langsung setuju-ceritane manut wong tuwa-

Pagi-pagi sekali Suminten sudah bersiap untuk menyambut lamaran Subroto ditemani ibunya (Nikken Derek) dan Ayahnya, Gunaseca. Suminten merasa gundah, kalau bahasa trennya Galau soalnya orang yang ditunggu-tunggu belum datang. Lalu datanglah seorang Patih (Trias Puput) utusan dari Kadipaten Trenggalek membawa kabar buruk. Ketika Suminten masuk membuatkan minuman, Patih membeberkan semua kepada Gunaseca dan Istri bahwa lamaran Suminten DIBATALKAN karena Subroto terlanjur minggat. Memang pada awalnya Subroto menerima rencana perjodohannya, namun menjelang hari lamaran dia melihat Suminten manjat pohon kelapa. Nah, itulah yang membuat Subroto illfeel sama Suminten akhirnya pergi dari kadipaten nggak bilang-bilang.
Gunaseca dan istrinya bingung bagaimana caranya memberi tahu Suminten perihal lamarannya yang gagal. Ditengah kebingungan mereka berdua suminten muncul tiba-tiba dan mengetahui  bahwa larannya batal. Seketika terdengar suara “Grompyang!!!!!” nampan yang dibawanya terjatuh. Tangispun pecah sampai pada akhirnya Suminten pingsan dan hilang akal sehat.

Beberapa hari berikutnya suminten ditemukan oleh teman-temannya (Diah, Afa, Luna) sudah dalam keadaan gila. Dandanannya pun sudah tidak karu-karuan. Tiap laki-laki yang ditemuinya dikira Subroto. Sungguh malang nasibnya. Karena merasa kasihan Suminten diantarkan pulang oleh teman-temannya.
Terus,Subroto apa kabar ya?  kira-kira minggat kemana dia???? Apa dia nggak tahu kalau udah bikin anak orang jadi gila??

Disisi lain, di sebuah pasar Cempluk (Via) dan Ibunya (Dru) sedang memilih sayuran yang dijajakan oleh para pedagang (Eka, Ima). Tiba-tiba muncul preman pasar bernama Sura Gentho (Adip). Dengan mabuk dia  mengganggu Cempluk dan ibunya. tepat ketika Suragentho menarik paksa tangan Cempluk datanglah Pahlawan Bertopeng Hahahaha!!! Ups, salah lagi maksutnya datanglah Subroto yang siap menolong. Perkelahian sengit terjadi diantara mereka. Beberapa kali Subroto jatuh begitu pula dengan Suragentho. Akhirnya, sesuai dengan naskah perkelahian tersebut dimenangkan oleh Subroto. Beri tepuk tangan yang meriah…. Hore!!!! Dipihak lain Suragentho yang tak trima akan kekalahannya mengancam akan melaporkan Subroto kepada Ayahnya –ceritane aep wadul bapake-.
Merasa telah diselamatkan oleh Subroto, Cempluk dan ibunya mengucapkan terimaksih kepada Subroto. Diluar dugaan Subroto menawarkan diri untuk mengantarkan Cempluk dan ibunya sampai rumah karena dia khawatir kalau-kalau ada penjahat lain mengganggu mereka lagi –panah asmara mulai tumbuh nie antara Cempluk dan Subroto, ehem.ehem-
Di rumah Cempluk. Seperti biasa tiap sore ayahnya Warok Suramenggala (Selly) sedang asik menikmati menikmati rokok ditemani dengan secangkir kopi. Mantaps! Kemudian sampailah Cempluk, ibunya beserta Subroto. Melihat sosok asing di rumahnya Suramenggala bertanya siapa gerangan yang ikut anak dan istrinya sampai di rumah ini. Subrotopun menjelaskan jati dirinya bahwa dia adalah putra Adipati Dibyongalim dan sekarang dalam keadaan minggat karena tidak sanggup dijodohkan dengan Suminten, tak lupa Subroto juga menjelaskan peristiwa yang baru saja dialami oleh Cempluk dan ibunya. sebagai tanda terimakasih suramenggala menyuruhnya beristirahat sejenak di rumahnya.
Bapak dan ibu sudah masuk. Tinggal Cempluk dan Subroto berdua. Asik.asik!

Letupan-letupan cinta tergambar jelas di muka mereka. Rayuan gombal dari Subroto membuat Cempluk semakin jatuh hati. Tak mau kalah Cempluk pun melancarkan rayuan mautnya kepada Subroto. Intinya pada saling merayu. Capek rayu-rayuan Cempluk tertidur dipangkuan Subroto, kemudian Subroto juga ikut tertidur. Saking pulasnya, Subroto tidak tahu kalau Cempluk telah diculik oleh Gunaseca. Gunaseca merasa dendam dengan Cempluk karena dia menganggap kegialaan Suminten adalah karena Cempluk menjadi kekasihnya Subroto. Bangun dari tidurnya, Subroto bingung, karena Cempluk sudah tidak ada disampingnya. Segera subroto mencari dimana keberadaan Cempluk.
Cempluk sudah dibawa oleh Gunaseca menuju suatu alas. Di sanalah Gunaseca akan menghabisi nyawanya Cempluk. Sebelum itu terjadi, sekali lagi subroto muncul disaat yang tepat. Dia menghentikan Gunaseca yang akan membunuh Cempluk. Terjadi perkelahian antara mereka berdua. Namun karena kalah jam terbang Subroto tidak dapat menaklukkan Gunaseca. Subroto jatuh tersungkur kemudian ditolong oleh Cempluk.
Gunaseca pun menyombongkan kesaktian dirinya dihadapan Subroto dan cempluk. Lalu muncullah Suramenggolo, Ayah Cempluk yang tak lain adalah teman seperguruan Gunaseca. Melihat Cempluk dan Subroto tak berdaya dipojokkan –ceritane Subroto luka parah dan Cempluk berusaha ngasih pertolongan pertama, hehehe- Suramenggala naik pitam. Pertempuran antara dua Warok hebat nan sakti terjadi begitu hebat. Suramenggala sempat berhasil menjatuhkan Gunaseca, namun Gunaseca berhasil bangkit dan member perlawanan yang tak kalah kuat. Gunaseca juga sempat akan menusukkan pedangnya ke arah Suramenggala, namun sebelum itu terjadi kaki kanan Sura menggolo menendang perut Gunaseca sampai jatuh tersungkur. Ketika dalam keadaan tidak berdaya, Suramenggal menancapkan sebilah keris ke dada kiri Gunaseca. Gunaseca pun tewas.
Suminten datang lagi, melihat mayat Ayahnya dia mengira itu adalah Subroto. Maka dipanggil-panggilnya nama Subroto namun yang dipanggil tidak bereaksi karena nyawanya sudah tak bersatu dengan raganya. Merasa kasihan Suramenggala ingin mengobati Suminten. Namun Suminten berontak tidak mau karena dia masih asik dengan mayat ayahnya yang dikiranya Subroto. Setelah Suramenggala menarik dan berteriak kepada Suminten, Suminten diam dan pasrah akan diobati. Merasa lemas, Suminten jatuh pingsan dipelukan Subroto.

Subroto berusaha membangunkan Suminten dengan menepuk-nepuk pipinya. Setelah Suminten sadar, tangis pecah seketika dia menghambur ke jasat ayahnya. Dipeluknya Gunaseca yang sudah tidak bernyawa lagi. Cempluk berusaha menghibur Suminten namun Suminten tetap meronta-ronta.
Paham tentang apa yang terjadi, Suramenggala menjodohkan Suminten dengan Subroto kembali untuk menepati janji Ayahnya Subroto. Tanpa disangka Subroto juga mencintai Cempluk begitu juga Cempluk juga mencintai Subroto. Akhirnya mereka berdua dijodohkan dengan Subroto.
Ok… tamat!!!

Begitulah, Cerita Suminten Edan. Cinta memang bisa membuat seseorang hilang akal sehat, jadi jangan main-main dengan yang namanya cinta.
Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk seluruh Kru, Pemain sekaligus Sutradara (Angga Kurniawan) Rombel 2 BSJ’09 yang telah berjuang keras demi kesuksesan lakon Suminten Edan ini. Tak lupa terimakasih kepada Pak Yusro dan Mas Ranu uyang meberikan arahan kepada kami. Serta ucapan terimakasih yang amat besar sekali untuk seluruh penonton yang hadir….
Maturnuwun sanget!!!!

Jumat, 23 Desember 2011

Jadi Pimpinan Sidang

Sabtu, 24 Desember 2011 pada MUSARA Wijaya Guslat Base ketiban amanah menjadi ketua Presidium atau pimpinan sidang. hehehhe jadi sering pegang palu selama kegiatan berlangsung. grogi pastilah wong ini pengalaman yang pertama kok.... rada wagu-wagu sitik ya wajar....hehehe(membela diri).
tapi tetep berusa untuk tidak mengecewakan. hemmmmm
sidang pleno 1 sudah berhasil dilewati dengan keputusan yang dapat diterima masing-masing pihak. dilanjutkan sidang pleno 2 perihal teknis pencalonan dan kriteria calon koordinator guslat. hemmm udah nggak sabar nuih,.... eiiiittt!!!!
tapi tunggu dulu, "tanpa logistik logika nggak jalan" so, kita makan dulu nyok,.... udah dipesenin nasi kuning ma panitianya nich,. kasihan nasinya kalau tidak dimakan,,,....
semoga sidang berikutnya dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan yang paling tepat.



Selasa, 20 Desember 2011

Selamat Datang Keluarga Baru



Selamat, selamat dan selamat. Akhirnya kami dapat mengantarkan kakak sampai ke depan pintu gerbang Racana Wijaya. Kini kakak adalah bagian dari keluarga besar Racana Wijaya. Dengan menggenggam sang dwi warna yang didekatkan dengan degup jantung kakak mengucapkan Satya Pramuka dengan penuh kesunguh-sungguhan. Tak kuasa air mata mengalir dari ujung mata. Bukan karena sedih, namun karena bahagia. Akhirnya saudara kami sampai juga ke titik ini.
Teringat perjuangan kakak dari mulai OKPT, PTR, Diklat dan PAR. Perjuangan yang tidak dapat dikatakan sebentar apalagi ringan. Dibutuhkan kesabaran dan keteguhan hati dalam melewati itu semua. Beberapa dari kakak ada yang menghilang tanpa jejak entah apa alasannya. Tapi kakak memilih untuk bertahan di sini sampai akhir. Sungguh kakak adalah putra-putri Wijaya yang bersemangat baja dan berhati sutera.
Emblem wijaya yang kini tersemat di lengan kiri kakak bukan merupakan tujuan akhir melainkan awal pijakan kakak untuk berkarya dan berinovasi bersama kami dalam memajukan Racana Wijaya. Sekali lagi selamat, selamat dan selamat.
Selamat bergabung bersama kami,
Selamat berkarya dan selamat memandu.
RACANA WIJAYA!!! PEKA SELALU!!!!

Senin, 12 Desember 2011

kado spesial dari Allah

seharusnya aku menulis ini jauh-jauh hari kemarin. Namun baru sempat hari ini. Lebih baik terlambat kan, dari pada tidak sama sekali. 
dari 365 hari di tiap tahunnya tanggal 7 Desember adalah hari yang paling spesial untukku. Yaps, tepat sekali itu adalah  hari kelahiranku.
Sejak pagi sudah banyak yang memberi ucapan selamat. senang sekali. apalagi ucapan dari Ayah dan Adik-adikku, membuatku serasa ingin segera pulang ke rumah. Kangen Banget.

Namun sayangnya aku sedikit kurang sehat hari itu. agak sedih sih. Sampai pada akhirnya ada seseorang yang sms seperti ini

"itu adalah kado dari Allah bwt nok, betapa Allah ingin mendengar do'a dan dzikir nok"


bagaikan air yang mengguyur mukaku, akhirnya aku sadar. Iya, selama ini aku merasa sedikit jauh dari-Nya, semakin jarang berdzikir. hemmmm Astagfirullahaladzim. 
sekarang aku bersyukur, Allah memberikan kesempatan aku sakit, sehingga aku bisa mengoreksi diri sendiri. terimakasih Allah, ini merupakan kado terindah di usiaku yang ke 21 tahun.

Doaku semoga aku bisa menjadi pribadi yang senantiasa melakukan perbaikan diri. Amiin.