Calon Penulis dan Penulis

“….nanti pulang dari sini kalo Nikken nulis pasti tulisannya jelek, gue jamin itu. Lalu kapan tulisannya bakal bagus? Kalau dia mau memperbaiki yang kurang bagus, mengedit yang kurang sesuai sehingga menjadi tulisan yang bagus….-RD”

Semangat Berani

"Lebih baik salah dari pada selamanya tidak tahu salah atau benar" -Jomblo

My Inpiration

"Imagine all the wonderful things that will never happen if you do not do them" -Up

Nikken Derek Saputri dan Derek Samtidar

"Akhir sebuah perjalanan merupakan awal dari perjalanan baru" -Wisuda Unnes Periode II tahun 2013

Bersama berbagi tawa canda

"Sahabat adalah keluarga yang kita pilih sendiri"

Selasa, 27 September 2011

Diammu, Bingungku

Mungkin itu caramu aku juga tak tahu. Tepatnya tidak paham. Tiba-tiba kamu menghilang tanpa kabar. Bertemupun hanya menyapa seperlunya. Beda. Kamu benar-benar beda. Sekuat hati aku berusaha selalu berpikir positif. Mungkin kamu sibuk, mungkin kamu sedang di jalan , mungkin pulsamu habis, mungkin sedang menghadiri acara, dan mungkin-mungkin yang lain yang pastinya positif.
Kadang aku bertanya, kemana dirimu yang dulu? Dirimu yang dulu selalu menyapaku disetiap aku membuka mata, dirimu yang selalu mengingatkanku makan, dirimu yang selalu menggangu dengan hal-hal yang tidak penting. Aku rindu itu. Meski sepele aku menyukainya.

5 September 2011 di Pantai Bandengan Jepara. Kamu ungkapkan semuanya. Hal yang sebelumnya tidak pernah aku duga. Walaupun kau ungkapkan dengan gaya narasi namun aku hargai keberanianmu. Sehingga aku berani mengiyakan tawaranmu.
Jujur, ragu sempat hinggap, jadi saat itu aku banyak diam. Diam bukan karena aku tak peduli atau bagaimana namun aku diam karena aku berpikir apa yang harus aku katakan. Dengan hal-hal yang dulu pernah terjadi diantara kita. Aku berpikir. Benar-benar berpikir dan menyakinkan diri sendiri apakah akan memberikan jawaban yang kau harapkan atau sebaliknya. Apakah kau sungguh-sungguh atau seperti yang dulu. Apakah kau yakin atau hanya sekadar main-main.
Dan akhirnya “iya”. Kata-kata itu yang keluar dari mulutku.
Iya dengan alasan memang pada dasarnya ada perasaan yang sama terhadap kamu.
…. ..

Belum lama sejak itu, kamu berubah…..
Untuk saat ini aku masih bisa bertahan dengan pikiran positif yang aku bangun, namun aku tidak menjamin besok, lusa atau minggu depan bangunan itu masih bisa berdiri atau malah runtuh dan akhirnya aku menyerah……
Kamis, 15 September 2011
12:16 pm
@Guslat

Jumat, 12 Agustus 2011

Sembilan Menawan

Semua orang tahu sepuluh adalah angka yang semprna, namun Sembilan adalah angka yang tepat utuk melambangkan betapa bernilai dan berharganya Sesutu bagiku. Angka itu berada di atas rata-rata, tapi masih menyisakan satu ruang untuk terus berusaha mencapai kesempurnaan. Angka 9 masih akan terus mencari kesempurnaan untuk menjadi 10. Itu yang akan membuatnya terus bergerak, melakukan hal yang lebih baik dari waktu kewaktu.
….Dari bentuknya, 9 lebih menawan. Perhatikan angka 8 yang berbentuk dua bulatan tertutup. Sementara 9, bagian atasnya membentuk sebuah lingkaran, itu melambangkan sebuah ruang pribadi bagi setiap orang. Seperti sebuah tempat untuk menyimpan keyakinan yang tidak akan terganggu. Sementara buntut dibawahnya dlah ruang terbuka, tempat orang itu bisa terus mengasah dirinya untuk menerima wawasan dan pengetahun baru, serta akhirnya membuat dirinya terus-menerus termotivasi untuk bisa lebih baik lagi.

Kamis, 14 Juli 2011

Huft!!!!!!!!!!!!!!

Nggak baik memang mengawali tulisan dengan helaan nafas mengeluh. Tapi ya itulah yang aku rasakan. Tak habis pikir mengapa aku menjadi seperti ini. Kemana nikken yang terlihat dewasa dan tegar di hadapan tutut saat menceritakan kisah sedihnya? Kemarin nikken begitu tampak kuat. Menceritakan hal yang semestinya membuatnya menangis dengan senyum yang lebar seakan sedang menceritakan hal lucu. Dengan mantap dan bijaksana pula menjelaskan tindakan yang akan dilakukan.
Tapi sekarang, aku merasa terlalu jauh membohongi perasaanku. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa namun sebenarnya ada luka di hati, bahkan sekarang sudah bernanah. Dan parahnya aku S.E.N.D.I.R.I.A.N lebih tepatnya merasa sendiri. Beberapa teman kuhubungi, tapi nihil. Tak apa, munkin mereka sedang mengerjakan sesuatu yang tak bisa ditinggalkan. Atau mereka sudah terlelap tidur karena meang sudah terlalu malam.
Sudahlah……..
Tak habis pikir dengan apa yang baru saja aku alami. Sebenarnya bukan hal baru, yaitu patah hati… hehehe namun saat ini rasanya berbeda. Orang yang aku sayangi ternyata telah menggenggam tangan orang lain, ya… begitulah yang terjadi.
Aku memang baru mendengar ini dari satu pihak saja, namun bukti-bukti yang mereka tinggalkan begitu jelas. Ingin sekali aku pungkiri tapi,….. tak bisa, dengan bukti-bukti tersebut aku teraksa untuk mempercayai bahwa itu benar-benar terjadi. Dia sudah bersama orang lain.
Sms pernyataan cinta darimu masih tersimpan di inbox hp-ku. Waktu itu aku berpikir tak akan menghapusnya. Sekarang niatku untuk menghilangannya sungguh begitu besar. Meskipun memang belum aku lakukan.
Kata-kata cinta yang menggetarkan hati dan sempat membuatku melayang sejenak (berlebihan…heheheh). Akupun menyatakan hal yang sama untuk membalasnya. Aneh ketika ternyata tidak ada tawaran untuk menempuh hubungan yang lebih. Aku pikir karena masih terselimuti dengan trauma akan hubungan sebelumnya maka kamu melakukan itu. Baru-baru ini aku baru tersadar ternyata inilah alasannya, karena kamu telah menggengam sebuah tangan dan tangan itu bukan milikku.
Okelah, aku tak mempermasalahkan itu. Tapi yang menjadi pertanyaanku KENAPA SAAT ITU DIA MENYATAKAN PERASAAN????? Apa tujuannya?????? Masih jelas terekam dalam benakku kau menyatakan tak ingin menyakitiku dan tak ingin membuatku menangis. Tapi tahukah kamu justru hal seperti ini lebih sakit dan lebih dalam menusuk hati. Entah sekarang kamu sudah merasa atau belum, atau sudah tapi seolah-olah belum karena masih bingung harus berbuat apa??
“hal yang paling kejam yang pernah dilakukan seseorang terhadap orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta kepada kita, sedangkan kita tidakbermaksud menangkap cinta itu”
Aku tidak pernah bermaksud menuduhmu sebagai orang yang kejam. Sungguh tidak pernah!!! Selama ini aku masih menganggapmu sebagai orang baik. Meskipun aku akui petikan di atas adalah benar-benar menyakitkan dan itulah yang terjadi padaku. Mungkin memang akulah yang salah, tidak bisa menjaga hati supaya tak jatuh cinta kepadamu sampai pada akhirya aku sudah terlanjur sayang padamu.
mungkin kamu akan bertanya “terus maumu apa? Apakah aku harus memlih diantara kalian?” sejujurnya tidak. Tidak perlu kamu melakukan itu karena akupun tidak menuntutmu untuk melakukannya. Lanjutkan saja hubungan yang sudah ada. Jangan mengada-adakan hubungan yang memang belum ada. Tak usah pedulikan aku. Aku baik-baik saja.
Jika ditanya, sakit atau tidak? Jelas sakit. Bahkan sakit sekali. Tapi apakah hanya karena sakitku ini kemudian kamu memutuskan hubungan dengannya? Tidak bukan?. Justru nanti malah akan bertambah lagi orang yang akan merasa sakit. Biarlah aku simpan sendiri. Bukan berarti aku sok kuat, sok tegar dan sok mampu. Kalau sendiri aku tak akan mampu menyembuhkan sakit ini. Tapi percayalah di luar sana masih ada sahabat-sahabatku yang bisa membantuku berdiri dan mengajakku berlari lagi. Jangan khawatir aku tak bisa melupakanmu, di luar sana masih banyak segudang kegiatan yang akan menggantikan posisimu di pikiranku.
Setelah ini, pasti kamu merasa sungkan. Iya pasti. Aku tak mau ini terjadi. Anggaplah tidak terjadi apa-apa. Setelah inipun aku masih menjadi nikken yang dulu. Nikken yang ceria, nikken yang selalu membalas smsmu dengan sisipan smile disana. Dan aku berharap kamu juga begitu. Tetap menjadi kawan baikku, sampai kapanpun.
Selancar aku menulis kalimat-kalimat di atas, selancar itulah aku menyampaikannya kepadamu. Hanya tinggal menunggu waktu dan memupuk keberanian yang lebih.
Percaya semua akan baik-baik saja…..

Senin, 4 Juli 2011 9:57 p.m
@ kamar Q

Minggu, 15 Mei 2011

Kegundahan Hati




seandainya hati bisa bicara, pasti dia akan menjelaskan sendiri apa yang tengah dirasakan. Entah itu cinta, emosi, sayang, benci dan..... apapun.
seperti yang kita tahu, selama ini dia hanya diam, meski cinta datang, benci menguasai, sayang menyergap atau emosi meluap-luap. dia hanya diam. kalaupun dia mencoba bersuara, jarang ada yang mengerti bahasanya. maka, hati butuh bantuan seorang bibir untuk menerjemahkan apa yang dirasakan. namun terkadang bibir tak sepaham dengan hati sehingga apa yang disampaikannya berkebalikkan dengan apa yang dirasakan hati. Dan... terjadilah kesalahkaprahan.
bibir ini memang selalu banyak bicara, tapi tidak selalu membicarakan apa yang dirasakan hati.....

Jumat, 06 Mei 2011

5 cm saja

biarkan keyakinanmu 5 cm menggantung mengambang di depan keningmu
lalu yang yang kamu perlu hanyalah:
1. kaki yang yg berjalan lebih jauh dari biasanya
2. mata yang akan menatap lebih banyak dari biasanya
3. leher yang akan lebih sering melihat keatas
4. lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja dan
5. hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta
6. mulut yang akan selalu berdoa

dan kamu akan selalu dikenang sebagai orang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan seonggok daging yang hanya punya nama.

kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah dengan keadaan.

bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpimu
man jadda wajada "siapa yang bersungguh-sungguh dia akan sukses"