Ketika tugas dan kewajiban merobohkan pertahananku.
Siang itu, sebenarnya sudah tiga hari hidung ini meleleh, tenggorokan ini berat, dan badan ini terasa tak bergairah. Dalam sela-sela aktifitas selalu direpotkan dengan tisu untuk membersihkan lelehan dihidung. Suara semakin tercekat dan memerlukan usaha yang sedikit ekstra hanya sekadar ingin menjawab ya atau tidak. Untuk berdiri tegakpun rasanya sulit. Tak seperti biasaya yang selalu energik dan ceria. Hari ini, aku benar-benar tak kuasa beranjak dari tempat peraduan.
Ingin rasanya pulang ke rumah., namun apa? mengendarai motor unt pulang pun aku tak sanggup. Sebegitu jahatnyakah diriku, membiarkan ragaku sampai sedemikian kondisinya. Beberapa hari belakangan memang aku sering pulang larut malam, mungkin lebih tepatnya hampir pagi dan sampai di kos aku slalu mandi untuk menyegarkan kepala. Barangkali itulah yang menyebabkan pertahananku roboh.
Mengeluh? tidak, toh aku seperti ini memang karena tugas dan tanggung jawabku sekaligus bagian dari resiko atas segala keputusan yang aku ambil. Hanya saja aku kurang mahir dalam mengatur waktu termasuk waktu untuk istirahat...








0 komentar:
Posting Komentar