Kaku bagaikan kayu
Dingin bagaikan lapisan es abadi
Sepi seperti sendiri di hutan...
Kondisi yang menurutku berkebalikan dari beberapa bulan yang lalu sebelum
semua terjadi. Terjadi? Memang apa yang terjadi? Adakah masalah di antara kita?
Apakah aku melakukan hal yang salah?
Aku lebih memilih banyak diam memang, karena memang tak ada yang harus aku
katakan. Dalam diamku aku menunggu, menunggumu bicara. Bukan hal basa-basi yang
aku harap namun.... kelanjutan yang kemarin. Bukankah itu alasan kita bertemu
kembali sore ini?
Terlalu banyak kenangan kawan. Jika kamu bilang inilah dirimu yang baru,
oke!!! Aku terima, aku menerima apapun keadaanmu. Apapun kondisimu. Tapi jangan
sekali-kali bilang kalau kamu jahat dan kami tak pantas berkawan denganmu lagi.
Sungguh, sakit rasanya, saat membaca pesanmu itu. Kecewa, memang aku kecewa,
namun tidak lantas aku mebencimu. Tak pernah sedikitpun aku membencimu. Aku hanya
ingin melihatmu tersenyum seperti dulu, itu saja tidak lebih.
Aku tahu kamu sosok yang tegas, hebat dan tegar. Dengan atau tanpa aku
disampingmu barangkali tak berpengaruh apapun dikehidupanmu. Apakah tak ada
keinginan untuk mengembalikan suasana seperti dulu? Kawanku, aku tak nyaman
dengan kondisi seperti ini. Apa kau juga merasakan hal yang sama???
Sejahat apapun kamu, seburuk apapun kamu Kamu tetap Sahabatku. Sampai kapanpun.......








0 komentar:
Posting Komentar