Sabtu, 07 Juli 2012

Berkeliling Semarang Bersama Pramuka se-Indonesia

Semarang memang bukan kota yang asing. Perjalanan hari itu terasa berbeda karena ditemani oleh Pramuka Perguruan Tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.

Pemandu Wisata: "Kami siap Mengantar Berkeliling Semarang"

Senin, 18 Juni 2012. Hari ke-5 The 4th Senior Rovers Scout Creativity 2012 se-Indonesia. Hari inilah yang paling ditunggu-tunggu, karena saatnya berwisata keliling kota Semarang. Untuk mengelilingi kota Semarang tak cukup hanya sehari, karena terlalu banyak tempat yang menarik untuk dikunjunggi.

Spesial untuk peserta SRSC 2012 panitia memilihkan 5 obyek wisata unggulan Kota Semarang. Dengan menumpang bus Unnes peserta SRSC dan beberapa panitia melaju menuju tempat tujuan. Sedikit terjadi miss komunikasi pada awalnya, namun alhamdulillah bisa tertangani.


Yups, first destination “Lawang Sewu”. 

di Lawang Sewu

Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Barangkali para peserta sudah tidak asing dengan gedung tua yang dulunya menjadi pusat perusahaan kereta api (Trem), karena memang sudah sering dibahas di televisi, baik tentang sejarahnya mapun mistiknya. Gedung ini di bangun pada tahun 1904 terdiri ata tiga lantai, arsiteknya berasal dari Belanda bernama Prof. Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Disebut Lawang Sewu karena jumlah daun pintunya yang begitu banyak, yah karena saking banyaknya biar gampang sebut aja “sewu” (Seribu dalam bahasa Jawa).
Di sini peserta di suguhkan wisata bawah tanah dan atas tanah (maksudnya bagian atas, hehehhe). Di mulai dari bawah tanah, kami harus memakai sepatu buts yang tingginya hampir mencapai lutut, supaya kakinya nggak basah. Saat menuruni tanga bawah tanah horor mulai terasa (sebenarnya biasa aja sie, mungkin akunya yang penakut J....). sepanjang lorong gelap, hanya ada lampu remang-remang yang terpasang beberapa meter sekali. Setiap lima orang dibekali satu senter, bisa dibayangkan betapa gelapnya, apalagi cahaya matahari tidak bisa masuk kesana.

Lorong demi lorong kami susuri bersama. Beberapa pipa harus kami lompati. Ada juga lubang kecil yang harus dilewati pula (kebayang nggak sie? Aku kan pake rok, susah banget). Mbak pemandu wisata dengan setia menjelaskan dulunya tempat-tempat itu digunakan untuk apa, ada yang digunakan untuk penjara berdiri, penyiksaan dan lain sebagainya. terakhir sebelum kita menghirup udara bebas di atas kami di ajak merenung, semua lampu dimatikan, tak ada yang memegang hp, kamera sejenak beristirahat. Semua diam, semua tenang dan gelap gulita. Ternyata di situlah dulu dilakukan uji nyali pada acara Dunia Lain saat pembawa acaranya masih Heri Panca (sekarang orangnya kemana ya?).

Puas menikmati saluran air Lawang Sewu, kita beranjak ke atas. Penataan ruang di Lawang Sewu sangat unik. Mungkin karena dulunya digunakan sebagai gedung perusahaan kereta api, makanya penataan ruangnya memanjang dengan pintu sejajar di tengah seolah-olah gerbong kereta api.

Lanjut ke Museum Mandala Bhakti...
Eiitttsssss, mampir dulu ke Tugu Muda dulu. 

Tugu Muda dan Lawang Sewu dilihat dari Museum Mandala Bhakti
 
Tugu Muda Semarang  terletak di tengah persimpangan Jalan Pandanaran, Jalan Mgr Sugiopranoto, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda dan Jalan Dr. Sutomo. merupakan sebuah monumen bersejarah kota Semarang yang dibangun untuk mengenang Pertempuran Lima Hari di Semarang melawan penjajah Jepang. Tugu Muda ini menggambarkan tentang semangat berjuang dan patriotisme warga semarang, khususnya para Remaja yang gigih, rela berkorban dengan semangat yang tinggi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia pada Umumnya dan mempertahankan kota Semarang pada khususnya. Tugu Muda didirikan atas prakarsa Koordinasi Pemuda Indonesia. Namun, karena mengalami sebuah kendala dalam pendanaan, akhirnya rencana inipun gagal. Pada tahun 1951 dibentuklah Panitia Tugu Muda yang diketuai Subeno Sosro Wardoyo (Walikota Semarang pada saat itu). Desain Tugu Muda sendiri dirancang oleh Salim, sedangkan pada bagian relief dikerjakan oleh seniman yang bernama Hondro.

Puas menikmati eksotisnya Tugu Muda, saatnya menikmati wisata sejarah di Museum Mandala Bhakti...
Museum Mandala Bhakti Semarang ini merupakan museum perjuangan TNI. Museum Mandala Bhakti Semarang ini menyimpan beberapa koleksi tentang data, dokumentasi, persejnjataan TNI baik yang tradisional hingga senjata yang modern. Serta alat-alat yang digunakan untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
di dalam Museum Mandala Bhakti

Bangunan ini pertama kali dirancang sebagai Raad van Justitie atau Pengadilan Tinggi bagi golongan rakyat Eropa di Semarang. Maka tidaklah heran apabila massanya sedemikian formal dan kaku. Perancangnya adalah arsitek I. Kuhr E. dari Firma Ooiman dan van Leeuwen. Bangunan ini terletak frontal dari arah jl. Pemuda tepat di depannya adalah lapangan Tugumuda (d.h Wilhelmina plein).Melihat dari tahun berkaryanya Ir. Kuhr E. di Indonesia, diperkirakan bahwa bangunan Raad van Justitie ini dibangun sekitar tahun 1930. Tahun 1950-an bangunan ini digunakan oleh Kodam IV Diponegoro sebagai Markas Besar Komando Wilayah Pertahanan II.

Setelah sejenak kembali ke masa lalu, saatnya kembali ke dunia nyata.. Ayo keburu siang kita menuju Masjid Agung Jawa Tengah.

Diresmikan pada tahun 2006, kompleks masjid yang megah ini memiliki fasilitas yang lengkap seperti convention hall, kios suvenir, kios makanan, gedung perkantoran, perpustakaan, hotel, hingga menara pandang. Secara arsitektur, Masjid Agung Jawa Tengah memiliki keunikan yaitu memadukan arsitektur Timur Tengah dan Roma tanpa melupakan ciri khas bangunan Jawa. Gaya Timur Tengah terlihat dari kubah dan empat mineratnya. Gaya bangunan Jawa terwakili dalam desain tanjung di bawah kubah utama. Sedangkan pengaruh Yunani jelas terlihat pada 25 pilar yang terletak di plaza utama. Pilar-pilar berwarna ungu yang dipadukan dengan kaligrafi itu menyerupai bangunan Coloseum di Roma. Masjid Agung Jawa Tengah juga dilengkapi dengan 6 payung hidrolik raksasa yang bisa membuka dan menutup secara otomatis. Payung raksasa ini mengadopsi arsitektur Masjid Nabawi di Madinah

Puas menikmati indahnya kota Semarang dari menara Masjid, saatnya menuju ke Terboyo. Ngapain? ya, ke Museum Nyonya Meneer.  
ini museumnya

Museum Jamu Nyonya Meneer merupakan  museum jamu yang pertama di Indonesia. Museum jamu ini didirikan pada 18 Januari 1984. Tujuan dari didirikannya museum jamu ini yaitu sebagai cagar budaya untuk melestarikan warisan budaya leluhur sehingga dapat menjadi media edukasi serta rekreasi untuk generasi muda. Museum Jamu Nyonya Meneer ini terbagi menjadi dua bagian, pertama bagian yang menyajikan produktivitas jamu, menyangkut produktivitas secara tradisional, termasuk beberapa patung yang menggambarkan produksi jamu dikala itu, serta bagian yang menyajikan barang koleksi pribadi Nyonya Meneer itu sendiri. Bangunan museum Nyonya Meneer ini menganut gaya rumah jawa. Aksen terasa sekali ketika kita berada di dalam museum. Sekilas, Anda akan membayangkan suasana pendopo seperti di keraton.
Akhirnya setelah seharian puas berkeliling semarang saatnya kembali ke Asrama dan mempersiapkan diri untuk mengikuti Harmony Merah Putih.
 Memang Kota Semarang bukan kota yang asing bagiku, namun jika mengeliliny bersama rekan-rekan peserta The 4th SRSC 2012 se-Indonesia semua menjadi begitu berkesan. 

 

0 komentar:

Posting Komentar