Selasa, 21 Mei 2013

Proses

Mempersiapkan diri sejak pagi, mengakrabkan diri dengan debu jalanan, berebut jalan dengan pengendara lain, sampai pada akhirnya sampai di kampus. Hanya untuk satu tujuan “Bimbingan Skripsi”.

Ya, pola kehidupan seperti di atas aku jalani hampir tiap hari. Dan hampir tiap hari pula tujuanku itu tak tercapai. Hemmmm, mau ngajarlah, ada rapatlah, mau ngujilah dan mau mau mau yang lain.
Itu adalah alasan-alasan yang terdengar. Kalau sudah begitu apa dayaku? Aku hanya mahasiswa biasa yang menunggu belas kasihan dari dosen untuk dibimbing (hehehehe mulai deh).

Bayangkan dari Maret hingga sekarang Mei masih saja berkutat di Bab II, itu pun masih dengan  catatan di Bab I. Ibuku selalu berpesan untuk sabar dan tidak terlalu dipikirkan terlalu dalam “ndak malah lara meneh”. Tapi gimana mau nggak dipikirin kalau melihat teman-teman seperjuangan yang lain sudah hampir selesai. Huwaaaaaaaaaaaaaa......

Ada yang bilang skripsi adalah salah proses untuk pendewasaan seorang mahasiswa yang sebentar lagi akan benar-benar terjun ke masyarakat secara utuh. Meskipun teori tersebut belum tentu benar, tapi yachhh... anggap saja itu benar. Jadi kekecewaan yang hampir tiap hari aku alami anggap saja sebagai latihan jadi ketika di luar sana aku mengalami penolakan, kekecewaan, atau sesuatu yang kurang sesuai jadi sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Tetep kalem banjur rampungke Skripsimu!!!!!! 

0 komentar:

Posting Komentar