| sesaat sebelum berangkat ke kampus |
Barang kali kamu akan marah dan merasa aneh membaca judul postinganku kali ini, apa lagi yang jurusannya bahasa Inggris. Seenaknya aja mainin bahasa. Ok.ok.ok aku nggak ada maksud buat membuat marah atau jengkel hanya saja ingin cari perhatian aja biar postinganku di baca. xixixixixi *ngarep banget
Wellllllll, jadi begini ceritanya, karena suatu hal hari ini sama sekali aku nggak pegang uang. Ya sama sekali. Andaisaja aku hanya di rumah saja aku nggak akan seketar-ketir ini sampai hampir kentir *ngok.ngok.ngok. Namanya juga andai, itu hanya terjadi dalam ruang berpikirku. Hari ini aku tetap harus ke kampus, menunggu dosen entah sampai kapan.
Trus, uang bensin gimana? makan siang? jajan? jaga-jaga kalo-kalo ada apa-apa? sempat terpikir berangkat nggak ya? berangkat nggak ya?
Setelah aku pikir-pikir sejenak, emmmm sebetulnya bensin di motor masih cukup untuk bolak-balik rumah, makan siang bisa aja bawa dari rumah, jajan sementara puasa dulu, tapi kalo ujug-ujug ada something terjadi seperti ban bocor mungkin, aku mau gimana coba? Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Cek pulsa, emmmmm cukup buat nelpon. Yaudah berangkat deh. dengan segala resiko yang siap terjadi kapan aja. Bismillah aku berangkat. Menembus riai hujan, menerjang kemacetan sampai juga di kampus. Yeeee!!!!!!
Lalu apa yang selanjutnya aku lakukan? menunggu. menunggu dosen, menunggu bimbingan dan menunggu di ajak makan siang sama temen. Hahai dari sekian banyak hal yang au nantikan hanya satu yang terjawab "Diajak makan siang" nunggu dosen untuk bimbingan? rasanya aku harus rela untuk kembali lagi besok.








0 komentar:
Posting Komentar