"Wisuda itu yang menyenangkan cuma pas hari-H doang, habis itu bingung deh mau kemana, hehehe" kataku kepada seorang teman. Ada seorang bapak-bapak tak tahu beliau siapa yang mendengar perkataanku lalu sengan tersenyum ramah berkata seperti ini.
"Hahaha, kebanyakan sih seperti itu dik, tapi bagaimanapun juga seorang sarjana harus optimis kamu pasti bisa!"
Sebuah motivasi hebat dari seorang bapak yang tidak aku kenal namanya, bahkan mukanya saja aku lupa, tapi setidaknya kata-katanya masih aku ingat sampai sekarang. Yups, seorang sarjana harus Optimis dan yakin bahwa dirinya akan menjadi sukses, dan menjadi kebanggaan keluarga. That's right.
Secara teori, entah teori yang mana harusnya dengan gelar tersebut pekerjaan akan lebih mudah didapat. Apalagi gelar tersebut diberikan oleh Universitas Negeri, yang katanya mempunyai nilai plus di mata masyarakat. Nilai plus iya nilai plus tapi kalau tanpa berusaha, hanya berdiam diri di rumah sepertinya pekerjaan itu bagaikan jauh panggang dari api. Tetap harus berusahalah bagaimanapun caranya asal yang sehat.
Kurang lebih sudah 8 berkas lamaran aku antar ke sekolah-sekolah. Beberapa aku kirim via pos, beberapa langsung aku antar sediri. Sekolah pertama yang aku tuju adalah sebuah SMK di kota sebelah namun tak jauh dari rumah. Di sana aku disambut dengan ramah, meskipun jawaban yang aku dapat "sementara ditinggal dulu ya mbak, nanti saya sampaikan ke kepala sekolah jika kami membutuhkan nanti mbak akan dihubungi" ya, ya, ya, senyum dan ucapan terimakasih menutup kunjunganku siang itu. Secara, aku kuliah bahasa tahu lah maksud dari jawaban ibu TU tadi. Satu belum berhasil, coba di tempat lain.
Esoknya aku coba lagi, coba lagi, dan coba lagi. Dan jawaban mereka serupa.
"Masalahnya begini mbak guru di sini sudah penuh, jadi sementara lamarannya ditinggal aja dulu nanti kami hubungi"
"Saya belum bisa memberi jawaban mbak, nanti akan saya konsultasikan dengan kepala sekolah apakah membutuhkan tenaga pendidik lagi atau tidak, nanti mbak saya hubungi".
Sampai pada jawaban paling ekstrim adalah,
"Sebelumnya maaf mbak, jadi begini sesuai dengan perintah ketua yayasan semetara kami tidak menerima lowongan kecuali dari jurusan PGSD".
Kamu tahu rasanya saat itu? hem, kalau kata Syahrini "sesuatu banget" yah, sesuatu juga bagiku. Serius!!! Hahahaha, sudahlah masih ada sekolah-sekolah lain yang belum aku coba. Inilah serunya hari-hari setelah lulus, tak henti-hentinya mencoba dan mencoba.











0 komentar:
Posting Komentar