Artis muda berbakat yang aku
kagumi sedari dulu. Suara bagus, acting keren, otak encer, cantik pula. Dialah
Sherina Munaf. Pertama kali tahu tentangnya adalah ketika film “Petualangan
Sherina” mulai dirilis. Aku nggak nonton di bioskop sih? Nonton lewat dvd yang
dipinjem dari persewaan dvd.
Aku melihat Sherina adalah orang
yang sangat beruntung. Dengan usia yang terbilang masih muda banget tapi dia
sudah bisa terkenal seperti itu. Dan yang bikin aku iri banget adalah dia bisa
duet sama westlife, boyband asal Irlandia yang juga lagi buming-bumingnya
dikala itu. Saat anak-anak seusianya (termasuk aku) hanya bisa mengagumi
melalui layar TV dan mengumpulkan poster, Sherina udah bisa bertemu bahkan duet
dalam lagu “I Have a Dream”. Selalu aku bergumam aku bisa nggak ya seperti itu?
Itulah mimpiku saat itu. Hingga
saat ini….ummmm sepertinya masih dalam proses perwujudannya. Kalau patokan yang
digunakan adalah Sherina sepertinya terlalu tinggi deh. Bukanya minder sih,
cuman ya banyak perbedaan diantara kami. Yang palinh mencolok sih dia bisa
nyanyi sedangkan aku baru bisa nembang Jawa dengan suara yang tidak istimewa.
Setidaknya itu yang dikatakan dosenku dulu.
Meskipun demikian aku tetap kok
berkeinginan untuk menjadi seseorang yang dikenal seperti Sherina dengan bakat
yang berbeda tentunya. Karena untuk dijalur yang sama sepertinya sulit.
Kalau dipikir-pikir, aku itu
orangnya pemalu, pemalu banget. Sejak aku kecil. Tapi entah kenapa keinginan
untuk menjadi sosok yang dikenal orang banyak itu selalu muncul. Dengan kata
lain banci tampil, kalau di luar keluarga. Acara sekolah sejak SMP hingga jadi
gurunya anak SMP (sekarang ini) seneng banget kalau tampil di depan. Entah jadi
MC, pemateri, karaoke (meski modal suara parau), atau hanya sekadar mengisi
kekosongan. Tapi kalau udah ngumpul keluarga besar, 180 derajat berubahnya. Aku
jadi sosok yang diem, kalem, dan nggak macem-macem. Entah, padahalkan keluarga
orang-orang terdekat harusnya bisa lebih PD tampil dihadapan mereka. Kenyataan
berkata lain.
Ok, balik ke Sherina lagi. Selain
dia tadi disebutkan bersuara emas, dia juga menjadi sosok siswa yang cerdas
panutan seluruh siswa se-Indonesia mungkin. Kemampuan berbahasa Inggrisnya
waktu itu bikin aku ngiri. Sampai sekarang aja aku belum begitu mahir bahasa
Inggrisnya. Nah, Sherina sejak 5 tahun udah belajar “Hoe are you? What’s Youre
name? and bla, bla, bla,,,,,,” keren deh orang itu.
Bisa nggak sih aku menyamainya?
Dengan bakat yang berbeda tentunya. Satu-satunya bakat yang sedang aku asah
saat ini adalah menulis (sebenernya sih ngetik) terinspirasi juga sih dari
Raditya Dika. Pengen terkenal juga seperti dia. Yahhhh, masih dalam proses
perwujudan. Eh, eh, eh sebentar Sherina dan Radit kan dulu pernah pacaran ya?
Ini bukan berarti lantaran mereka dulu punya hubungan kemudian aku mengidolakan
mereka semua lho ya… jauh sebelum aku tahu bakal ada penulis gokil seperti
Radit, aku udah kenal sama Sherina.
Apapun itu, yang jelas mimpiku masih sama. Ingin
menjadi seseorang yang dikenal oleh orang banyak dengan bakatku tentunya.
Menulis. Mohon doanya ya, semoga di 2015 semuanya bisa terwujud. Amiin.








0 komentar:
Posting Komentar