Minggu, 28 Desember 2014

Sherina Munaf dan Mimpiku

Artis muda berbakat yang aku kagumi sedari dulu. Suara bagus, acting keren, otak encer, cantik pula. Dialah Sherina Munaf. Pertama kali tahu tentangnya adalah ketika film “Petualangan Sherina” mulai dirilis. Aku nggak nonton di bioskop sih? Nonton lewat dvd yang dipinjem dari persewaan dvd. 

Aku melihat Sherina adalah orang yang sangat beruntung. Dengan usia yang terbilang masih muda banget tapi dia sudah bisa terkenal seperti itu. Dan yang bikin aku iri banget adalah dia bisa duet sama westlife, boyband asal Irlandia yang juga lagi buming-bumingnya dikala itu. Saat anak-anak seusianya (termasuk aku) hanya bisa mengagumi melalui layar TV dan mengumpulkan poster, Sherina udah bisa bertemu bahkan duet dalam lagu “I Have a Dream”. Selalu aku bergumam aku bisa nggak ya seperti itu? 

Itulah mimpiku saat itu. Hingga saat ini….ummmm sepertinya masih dalam proses perwujudannya. Kalau patokan yang digunakan adalah Sherina sepertinya terlalu tinggi deh. Bukanya minder sih, cuman ya banyak perbedaan diantara kami. Yang palinh mencolok sih dia bisa nyanyi sedangkan aku baru bisa nembang Jawa dengan suara yang tidak istimewa. Setidaknya itu yang dikatakan dosenku dulu. 

Meskipun demikian aku tetap kok berkeinginan untuk menjadi seseorang yang dikenal seperti Sherina dengan bakat yang berbeda tentunya. Karena untuk dijalur yang sama sepertinya sulit.
Kalau dipikir-pikir, aku itu orangnya pemalu, pemalu banget. Sejak aku kecil. Tapi entah kenapa keinginan untuk menjadi sosok yang dikenal orang banyak itu selalu muncul. Dengan kata lain banci tampil, kalau di luar keluarga. Acara sekolah sejak SMP hingga jadi gurunya anak SMP (sekarang ini) seneng banget kalau tampil di depan. Entah jadi MC, pemateri, karaoke (meski modal suara parau), atau hanya sekadar mengisi kekosongan. Tapi kalau udah ngumpul keluarga besar, 180 derajat berubahnya. Aku jadi sosok yang diem, kalem, dan nggak macem-macem. Entah, padahalkan keluarga orang-orang terdekat harusnya bisa lebih PD tampil dihadapan mereka. Kenyataan berkata lain.

Ok, balik ke Sherina lagi. Selain dia tadi disebutkan bersuara emas, dia juga menjadi sosok siswa yang cerdas panutan seluruh siswa se-Indonesia mungkin. Kemampuan berbahasa Inggrisnya waktu itu bikin aku ngiri. Sampai sekarang aja aku belum begitu mahir bahasa Inggrisnya. Nah, Sherina sejak 5 tahun udah belajar “Hoe are you? What’s Youre name? and bla, bla, bla,,,,,,” keren deh orang itu.
Bisa nggak sih aku menyamainya? Dengan bakat yang berbeda tentunya. Satu-satunya bakat yang sedang aku asah saat ini adalah menulis (sebenernya sih ngetik) terinspirasi juga sih dari Raditya Dika. Pengen terkenal juga seperti dia. Yahhhh, masih dalam proses perwujudan. Eh, eh, eh sebentar Sherina dan Radit kan dulu pernah pacaran ya? Ini bukan berarti lantaran mereka dulu punya hubungan kemudian aku mengidolakan mereka semua lho ya… jauh sebelum aku tahu bakal ada penulis gokil seperti Radit, aku udah kenal sama Sherina. 

Apapun itu, yang jelas mimpiku masih sama. Ingin menjadi seseorang yang dikenal oleh orang banyak dengan bakatku tentunya. Menulis. Mohon doanya ya, semoga di 2015 semuanya bisa terwujud. Amiin.

0 komentar:

Posting Komentar