Sabtu, 27 Desember 2014

Tentang Eskrim

ilustrasi
Pun akhirnya air itu tumpah juga dari langit. Memandanginya dari balik jendela dengan sebuah eskrim di tangan merupakan sebuah cara tepat (menurutku) untuk menikmati keindahan yang disuguhkan oleh Yang Maha Kuasa siang ini.

Lalu mengapa eskrim? Bukankah teh hangat atau kopi lebih pas disruput dalam kondisi hujan seperti ini? Bagi sebagian orang mungkin iya, namun bagiku tetap eskrim yang nomor satu. Hahaha, bukan berarti aku mempromokan sebuah produk eskrim lho ya. Hanya sekadar mengagumi cita rasa dan sensasi dalam sebuah eskrim.

Apa nggak malah tambah dingin? Iya sih, di luar udaranya dingin. Tapi pernah nggak sih kamu mendengar tentang orang kutub yang tinggal di iglo (sebuah rumah yang terbuat dari tumpukan balok es) dan mereka bisa bertahan hidup. Biarpun di luar udaranya dingin tapi jika berada di dalam ruangan biarpun ruangan itu terbuat dari balok es, akan terasa lebih hangat. Aku tahu nggak ada hubungannya sih teori orang kutub dan iglonya tadi dengan pilihanku kepada eskrim untuk menikmati hujan. Intinya aku menikmati keduanya.

Eskrim bisa menengkan (sekali lagi ini menurutku), tak bisa tertampikkan hal itu. Bahkan dalam situasi hujan seperti ini. Mungkin lantaran ada kandungan susu dan coklat di dalamnya sehingga merangsang diproduksinya semacam hormon-hormon (yang aku nggak tahu namanya apa) yang dapat mendatangkan sensasi tenang dan tentram. Teori ngacoku barusan memang belum teruji klinis dari manapun, jadi jangan begitu saja dipercaya ya.  

Sekalipun eskrim dapat menengakan dan menjadikan hati tentram (walau sesaat) namun, eskrim tak bisa begitu saja menyelesaikan masalah. Es krim hanya pengalih perhatian sesaat dari beban masalah yang dihadapi oleh seseorang. Semanis apapun eskrim itu, senikmat apapun eskrim itu lambat laun akan habis juga. Kecuali kalau kamu punya persediaan yang begitu banyak. Lagi pula kalau kamu kebanyakan mengkonsumsinya malah kesehatan mu yang akan terganggu.

Iya, hanya pengalih perhatian. Dengan cita rasanya yang legit dan sensasi dinginnya, setidaknya dalam 10 menit beban masalah kita sedikit terlupakan. Memang setelah semuanya habis, setelah manisnya tak terasa lagi, atau setelah dinginnya tak terkecap lagi, kita akan kembali dihadapkan dengan masalah tadi. Tapi percadeh disaat itu akan muncul sudut pandang yang berbeda dalam memandang masalah tadi, karena kita sudah sedikit ditenangkan oleh eskrim.

0 komentar:

Posting Komentar