Minggu, 08 Februari 2015

Keributan yang Sama di Tahun Depan

Sekali lagi hari ini aku membuktikan betapa luar biasanya Raditya Dika. Seorang penulis cerdas berwajah rupawan yang kalau ngeliat pasti bawaannya pengen makan aja. Hehehehe, Rupawan (rupa-rupa bakwan) lhoh!!

Radit dan Adik-adiknya
Seperti yang kamu tahu kan, Bang Radit mempunyai fans militant yang jumlahnya berjuta-juta. Ini terlihat dari jumlah followers Twitternya yang hingga saat ini mencapai 9.37 M. Ya…. Meskipun masih di bawah Agnes Monica sih, beda 1 jutaan gitu. Tapi menurutku lebih luar biasa Bang Radit, kenapa? "Karena" kata Bang Radit "8.5 juta followersnya adalah saudara sendiri dan sisanya adalah saudara dari saudaranya itu". Waow!!! Keluarganya banyak banget, nggak kebayang kalau mereka pengen bikin pohon keluarga pasti butuh dinding selebar lapangan sepak bola. Ckckckck….

Kemudian,
Ini masih berhubungan dengan Twitternya. Setiap Bang Radit ngetwit, apapun itu dalam sekejap yang nge-retwit beribu-ribu orang. Padahal twit-twitnya juga biasa aja, tapi entah mengapa memiliki kekuatan retwit yang sangat luar biasa. Aku curiga, jangan-jangan Bang Radit udah ngasih mantra-mantra tertentu sehingga semua twitnya mengandung daya magis yang menarik semua followersnya untuk meng-retwit. Atau memang semua followersnya pengangguran jadi ya kerjaannya meng-retwit doang.
Lihat jumlah followers nya :D
Lagi,
Bukunya yang terbaru tau dong. Koala Kumal. Terbit 17 Januari 2015. Aku udah punya lho :D tapi belum ditandatangani hiks…hiks….hiks… meskipun terbit di tanggal itu, tapi jauh-jauh hari sudah bisa dibeli dengan cara preorder. Kamu pasti udah tau lah, itu lho yang dapat bonus kaos Koala Kumal dan bertanda tangan. Sekali lagi yang ini aku nggak kebagian. Awalnya jumlah buku dan kaos yang disiapkan untuk preorder itu ada 1200 buah (kalo nggak salah inget yeee) lalu ditambah lagi menjadi 2200 buah (sekali lagi kalo nggak salah inget ya). Pembukaan preorder dimulai dari pukul 00.00 WIB,nah kebetulan aku baru bisa buka web site-nya itu jam 5 pagi. Kamu tahu apa yang terjadi? Semuanya sudah habis. Huft!!! Padahal supaya tercatat sebagai pembeli preorder bukan berdasarkan pesanan, melainkan pelunasan. Siapa cepat dia dapat. Yang transfernya cepet ya dia dapet, yang nggak bisa transfer ya harus sabar sampai bukunya terbit tahun depan. Dan aku adalah salah satunya yang harus nunggu.
Preorder yang bikin ATM rame tengah malem
Kali ini,
Masih ada hubungannya dengan Koala Kumal. Hari ini 8 Februari 2015 adalah jadwal acara book signing Raditya Dika di Gramedia Pandanaran Semarang. Aku udah nunggu banget nih acara. Berharap bisa ditandatangani bukunya dan bisa foto bareng. Pas preorder kemarinkan udah nggak kebagian, jadi kesempatan satu ini nggak boleh terlewatkan. 

Bersama sahabatku sebut saja Yenni, nama sebenarnya aku mendatangi Gramedia Pandanaran. Karena suatu hal kami baru sampai di TKP jam 15.30. Pikirku masih sempet lah ya, wong acaranya sampai jam 5 sore kok. Berbeda dari biasanya toko buku itu ramai luar biasa. Pasti ini kerjaannya Radit nih. Parkiran penuh, petugas parkir kebingungan nyariin space yang masih kosong sedangkan pengunjung udah mau cepet-cepet naroh motornya terus lari ke dalem nubruk-nubruk orang kalo perlu biar langsung bisa ketemu sama Raditya Dika. Hahaha, itu yang ada dalam pikiranku, lagian yang antre kebanyakan abg-abg labil kurang gizi gitu jadi nggak susah lah kalo nubruk badan mereka yang kurus. Sama-sama kurus saling tubruk boleh lah boleh lah. 
dari kiri ke kanan Nikken (nama sebenarnya) dan Yenni (nama sebenarnya juga)
Baru aja bersiap nubruk satu kerumunan, ehhh udah dihadang sama seorang satpam keturunan Arab yang hidungnya mancung. Badannya tinggi, gedhe, mancung pula. Pengen aku tubruk juga sih biar ngasih jalan, tapi mengingat badannya jauh lebih berdaging daripada aku yang hanya tulang belulang dengan sedikit gumpalan lemak di pipi, kayaknya lebih aman satu langkah ke belakang dan tersenyum basa-basi menyelamatkan diri. Seolah udah tahu maksudku Bapak Satpam langsung bilang “Antrenya mulai sebelah sana mbak” sambil nunjuk ke deretan antran yang tak berujung.

Antrean ini bagai tak berujung muter-muter menelusuri deretan orang-orang kok nggak nemu-nemu buntutnya. Sampai pada akhirnya aku temukan barisan terakhir ada di tangga. Barisan yang luar biasa, mengular dari belakang hingga seisi toko di lantai satu. Baru berniat ikut mengantre, tapi ada satu orang yang aku nggak tau namanya tapi berasa sudah pernah lihat saat talkshow Radit di Undip Desember tahun kemarin. Kayaknya sih menejernya, atau siapalah nggak tahu. Orang itu ngomong ke orang-orang yang mau ngantre gini “Udah ya mas, mbak, ini antrean terakhir mohon maaf banget ini udah kebanyakan kasihan Raditya…bla…bla…bla….” Terusannya aku nggak tahu soalnya udah keburu ilfill nggak boleh ngantre. 

Ngantre udah nggak bisa, mau pake jurus nubruk-nubruk membabi buta juga nggak mungkin satpamnya serem sih. Jadi satu-satunya hal yang aku bisa adalah ngefotoin Radit dari pinggiran. Huft!!! Berjalan gontai aku ke belakang lagi. Berjubal dengan abg-abg lain aku berusaha mengambil gambar. Kecil banget hasilnya, wong Cuma pake kamera hp itupun aku pake hp temenku yang lebih bagus kualitas kameranya. 
Bang Radit keliatan kecil banget :P
Di saat itulah, si Yenni sahabat yang setia nganter aku ngubeg-ngubeg Gramedia sore itu berkata “Tenang Nikken” dia mengepalkan tangan dan menatapku tajam “suatu hari nanti kamu yang akan dikerumuni orang seperti itu”
“Emang kalau aku jadi penulis bakal kaya gini juga, Yen?”
“Pasti!!!” mukanya yakin banget “dan aku adalah orang pertama yang akan ngantre”
Yenni tersenyum. Aku tersenyum. Kami berdua tersenyum dan akhirnya kami jadian. Bukkaaaaaaannn!!! Kami hanya berangkulan dan berjalan menjauh dari kerumunan. Hahaha, tahun depan langsung setenar itu? Mungkin nggak sih? Radit aja perjalanannya bertahun-tahun hingga seperti ini. Nah, bisa-bisanya aku nargetin tahun depan?

Tapi, bukankah nggak ada yang nggak mungkin ketika kita mau berusaha. Iya kan? Ayo Nikken semangat!!! Selesaikan tulisanmu, ajukan ke penerbit, dan penuhi janji ini setahun yang akan datang. 

Bikin keributan yang sama seperti keributan yang Raditya Dika bikin hari ini!!!

0 komentar:

Posting Komentar