Calon Penulis dan Penulis

“….nanti pulang dari sini kalo Nikken nulis pasti tulisannya jelek, gue jamin itu. Lalu kapan tulisannya bakal bagus? Kalau dia mau memperbaiki yang kurang bagus, mengedit yang kurang sesuai sehingga menjadi tulisan yang bagus….-RD”

Semangat Berani

"Lebih baik salah dari pada selamanya tidak tahu salah atau benar" -Jomblo

My Inpiration

"Imagine all the wonderful things that will never happen if you do not do them" -Up

Nikken Derek Saputri dan Derek Samtidar

"Akhir sebuah perjalanan merupakan awal dari perjalanan baru" -Wisuda Unnes Periode II tahun 2013

Bersama berbagi tawa canda

"Sahabat adalah keluarga yang kita pilih sendiri"

Kamis, 10 April 2014

Titik Fokus

Fokus pada satu titik. Kamu. Ketika tawa lepas terlontar ikhlas, saat itu rasa lega menyeruak di dada. Hemmmm, kamu baik-baik saja.
Di tengah sebuah pusat perbelanjaan. Tejadi hiruk pikuk beberapa orang berseragam sama, sepertinya itu panitianya. Iya betul mereka adalah panitia sebuah event bulanan di Mal itu. Kali ini yang akan diselenggarakan adalah Pameran Buku Nasional. Stand-stand buku dari berbagai penerbit sudah siap. Beberapa pengunjung juga sudah ada yang iseng melihat-lihat koleksi buku yang dipajang, meskipun belum dibuka acaranya.
Di sudut yang lain, ada sebuah panggung kecil sederhana bertuliskan nama evennya. Di depan panggung itu seduah siap deretan kursi yang sebagian sudah terisi oleh anak-anak berbaju adat nusantara. Mereka adalah model cilik yang siap menunjukkan kebolehannya setelah acara pembukaan nanti.
Dari lantai dua ini aku memperhatikan semuanya. Ekspresi-ekspresi mereka, baik itu panitia, penjaga stand, pengunjung, lebih-lebih peserta fashion show cilik itu, mereka semua lucu-lucu. Iya aku memang hobi memperhatikan ekspresi orang lain. Ada satu keunikan tersendiri di balik ekspresi mereka yang kemudian akan membuatku tersenyum-senyum sendiri.
“krrrriiiiiinnnnngggg!!!! Kriiiingggggg!!!!”
“Halo?”
“Kenapa nggak turun?”

Rabu, 09 April 2014

#Selfinger Suatu Kebanggaan untuk Memilih

Yang Muda Peduli Bangsa. Anak Pramuka nggak boleh golput... Gunakan hak pilih kamu untuk Pemilu Legislatif 2014. Lima menit menentukan nasib Indonesia lima tahun ke depan. Datang, pilih, coblos dan celup untuk Indonesia satu.
#slefinger
9 April 2014 saatnya berpesta demokrasi. Inilah saat dimana Bangsa Indonesia dari segala penjuru tanah air memanfaatkan suaranya untuk menentukan nasib 5 tahun ke depan. Yups, betul sekali hari ini telah dilangsungkan Pemilu legislatif. Tempat Pemungutan Suara (TPS) memang sudah ditutup beberapa waktu yang lalu, namun uforia Pemilu masih terasa sampai saat ini.
Ada satu fenoma di sosial media baik itu facebook, twiteer, bbm maupun yang lainnya apa itu? #selfinger. Adalah sebuah fenomena anak muda dengan cara memotret jari kelingkingnya sebagai bukti bahwa dia telah ikut Pemilu yng kemudian di upload ke sosial media tentunya dengan komentar yang beragam. Fenomena ini tidak lepas dari kebiasan anak muda kini yang hobi mengunggah foto narsisnya ke muka umum alias narsis.

Sabtu, 22 Maret 2014

Dunia Baru



Welcome to the junggle!!!
Itulah ucapan sambutan yang biasanya disampaikan kepada fress graduated. Seakan-akan orang yang baru mentas dari kampus langsung dilepaskan ke hutan belantara yang penuh hewan-hewan buas. Apa iya dunia di luar kampus sekejam itu? Kejam bagi orang yang tak tahu bagaimana mncari celah untuk mengusahakan nafkah. Rejeki itu ada di mana-mana, tapi dia tidak berdiam diri makanya perlu dikejar.
Stelah beberapa bulan kemarin bergalau ria tanpa pekerjaan, akhirnya ada juga perusahaan yang mengakomodasi tenaga dan pikiranku. Sebuah PT yang dari dulu tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Perusahaan jasa pialang. Bergerak di bilang online trading komoditi. Bidang yang jelas berbeda dengan jurusanku.

Rabu, 19 Februari 2014

Sarjana Muda

Sore itu seperti biasanya Nina menyapu halaman. Menggunakan sapu lidi dia menggiring daun-daun kering supaya berkumpul di tengah halaman. Telinganya sengaja disumbat dengan earphone yang tersambung dengan handphone di sakunya. Dari sana terdengar lagu-lagu favoritnya, dengan begitu dia dapat menikmati pekerjaan rumahnya yang kadang-kadang dia malas mengerjakannya.
Nina terlihat manggut-manggut mengikuti beat musik, dia terlihat menikmatinya. Samar-samar terdengar suaranya ikut bernyanyi. Tak terasa hampir seluruh daun sudah terkumpul di tengah. Sudah saatnya dipindahkan ke bak sampah.
“Brukk!!!!!” Sapu dan pengki yang Nina pegang terjatuh. Pandangannya lurus ke depan, kosong. Matanya berkaca-kaca.
Berjalan seorang pria muda, dengan jaket lusuh di pundaknya. Di sela bibir tampak mengering, terselip sebatang rumput. Jelas menatap awan berarak, wajah murung semakin terlihat. Dengan langkah gontai tak terarah, keringat bercampur debu jalanan.
Suara Iwan Fals mendendangkan Sarjana Muda merasuk lurus ke telinga Nina. Seakan dipaksa mengaca, dia tertunduk memandangi daun-daun di kakinya. Air mata mengalir entah di dari mana sumbernya.

Senin, 10 Februari 2014

Hadapi dengan Senyum

Bersembunyi di balik senyum dan kalimat "Tidak apa-apa"

Itulah yang sering aku lakukan, membiarkan orang tahu aku selalu baik-baik saja tanpa harus tahu apa bagaimana kondisiku saat itu. Sama halnya seperti orang lain, suasana hatiku juga berubah-ubah kadang jenuh, bosan, kadang juga sangat bersemangat, namun ketika di depan banyak orang selalu sumringah seakan tanpa beban. Padahal, kalo di rumah nangis sendiri di pojokan xixixixixixi :p *nggak segitunya kali...

Ketika ada suatu hal yang aku pikirkan atau mungkin sedang tertimpa suatu masalah, ingin sekali saat itu ada orang yang dengan rela menyodorkan telinganya untukku. Yeah, cukup dengerin aja, nggak usah membenarkan, nggak usah menyalahkan. Karena yang aku butuh adalah didengarkan saja. Namun sejauh ini rasanya belum ada yang orang yang beah dengerin ceritaku, hehehehe memang dasarnya tak pandai bercerita kali. Kebanyakan dari mereka malah curhat di tengah curhatanku *Paham maksudnya kan?