Fokus pada satu titik. Kamu. Ketika tawa lepas terlontar ikhlas, saat itu rasa lega menyeruak di dada. Hemmmm, kamu baik-baik saja.
Di
tengah sebuah pusat perbelanjaan. Tejadi hiruk pikuk beberapa orang berseragam
sama, sepertinya itu panitianya. Iya betul mereka adalah panitia sebuah event
bulanan di Mal itu. Kali ini yang akan diselenggarakan adalah Pameran Buku
Nasional. Stand-stand buku dari berbagai penerbit sudah siap. Beberapa
pengunjung juga sudah ada yang iseng melihat-lihat koleksi buku yang dipajang,
meskipun belum dibuka acaranya.
Di sudut
yang lain, ada sebuah panggung kecil sederhana bertuliskan nama evennya. Di depan
panggung itu seduah siap deretan kursi yang sebagian sudah terisi oleh
anak-anak berbaju adat nusantara. Mereka adalah model cilik yang siap
menunjukkan kebolehannya setelah acara pembukaan nanti.
Dari
lantai dua ini aku memperhatikan semuanya. Ekspresi-ekspresi mereka, baik itu
panitia, penjaga stand, pengunjung, lebih-lebih peserta fashion show cilik itu,
mereka semua lucu-lucu. Iya aku memang hobi memperhatikan ekspresi orang lain.
Ada satu keunikan tersendiri di balik ekspresi mereka yang kemudian akan
membuatku tersenyum-senyum sendiri.
“krrrriiiiiinnnnngggg!!!!
Kriiiingggggg!!!!”
“Halo?”
“Kenapa
nggak turun?”














