Kebanyakan orang setuju bahwa
menunggu adalah kegiatan yang membosankan, menjemukan, nge-bete-in, malesi,
bikin emosi, dan… dan… apa lagi ya? Pokoknya yang jelek-jelek lah.
Termasuk nunggu postingan terbaru
aku. Hihihihihihi… PLAKKKK!!!!!! Aduhhhh!!!!
Iye, iye… aku minta maaf *sambil
ngusap-ngusap pipi, pura-puranya sakit padahal enggak. Jadi gini
kemarin-kemarin itu emang lagi disibukkan dengan pekerjaan. Tiba-tiba aja tugas
tergelontor begitu saja minta untuk diselesein, sampai-sampai nggak sempet
bercengkrama dengan kamu melalui postingan nggak jelas maksud dan mutunya. Selain
itu gara-gara tugas ini juga proyek buat novelnya juga ikutan mandeg sesaat
*baca 1 bulan. Huft… makanya sebisa mungkin aku selesaikan tugasku ini secepat
aku bisa supaya bisa curi-curi waktu untuk memposting sesuatu. Seperti di pagi
sekarang ini.
![]() |
| Sedikir gambaran aja nih Siswa yang lagi ujian praktik |
Pagi yang indah dengan matahari
bersinah cerah. Kamis 12 Maret 2015 di sekolahan sedang dilangsungkan
Penjajakan Ujian Nasional (PUN) untuk yang ketigakalinya. Kalau jaman-jaman
kita sih nyebutnya Try Out (TO). Tray itu mencoba, Out itu keluar jadi Try Out
artinya mencoba keluar. Masak mau keluar kok coba-coba, ckckckckckck.
Berkenaan dengan judul yang telah
aku pampang nyata di atas “NUNGGU” tugasku pagi ini adalah menunggui peserta
didik peserta PUN ke-3 ini, di ruang III juga dengan mata pelajaran yang
dijajakan adalah Matematika. Sebuah mata pelajaran yang lebih mengerikan dari
penampakan hantu. Karena ini tugas, jadi mau nggak mau harus dilaksanakan
sebaik-baiknya kan? meskipun, kembali lagi menunggu merupakan aktivitas yang
membosankan, menjemukan dan… dan… dan…. Sebagainya. Tapi kalau boleh jujur
sebagai siswa mereka juga mengalami hal yang sama.
Kok bisa?
Keliatan, kali dari raut wajah
mereka. Pada lemah, letih, lesu, lunglay tak berdaya hehehehe udah kaya kurang
darah aja nih. Tapi betul kok. Wajah mereka seakan kuran formalin jadi tampak
nggak seger gitu. Entah ini lantaran mereka belum mandi atau soal matematika
yang terlalu tidak bersahabat bagi mereka. Heran apasih yang mereka lakukan
slalu aja ada persoalan yang harus diselesaikan antara mereka dan matematika
*Lhoh!
Untuk mencapai sebuah kesuksesan
latihan memang bagus, perlu malahan. Seperti hari ini sekolah menyelenggarakan
PUN, sebelum itu juga ada pemadatan jam pelajaran khusus untuk mata pelajaran
yang di Ujikan secara Nasional. Sebuah usaha yang baik, memang. Tapi entah
mengapa justru ini menjadikan siswa merasa tertekan dan seolah-olah Ujian
Nasioan (UN) menjadi momok menakutkan bagi mereka sehingga untuk menhadapinya
perlu adanya persiapan dan bekal yang banyak. Nah, kadang di situ saya merasa
sedih.
![]() |
| anak-anak yang butuh F5 |
Iya, sedih. Ini betulan sedih. Sedih
ketika melihat anak-anakku *berasa tua deh, terserahlah! Kehilangan semangatnya
untuk belajar demi kelulusan mereka sendiri. Kebosanan mereka sangat kentara
sekali ketika mereka bukannya belajar sebelum PUN malah bermain sepak bola di
lapangan hanya untuk menyegarkan otak dan pikiran mereka. Kalau PC mungkin
cukup dengan menekan tombol F5, tapi kalau manusia perlu aktivitas-aktivitas
menyenangkan yang lain dari aktivitas rutin mereka sehari-hari.
Balik lagi ya, ke soal tunggu
menunggu. Hehehe ceritanya malah sampai ngalor ngidul nggak jelas gini *emang
tulisanku belum pernah jelas kan?
Selama ini, sudah banyak
ujian-ujian yang aku lalui. Maksudnya ujian tertulis ya, di mana aku beserta
dengan teman-teman sekelas dikumpulkan dalam kelas, tidak boleh membawa apapun
kecuali alat tulis dan nomor ujian, lalu menjawab pertanyaan di lembar jawab
yang disediakan. Entah itu sebagai peserta didik, maupun sekarang sebagai guru.
Dari sekian banyak ujian itu aku menyimpulkan ada 3 fase saat ujian, baik itu
di sisi Peserta Ujian, maupun dari sisi pengawas.
Untuk yang pertama dari sisi
Peserta:
Sesi pertama, ini terjadi
sepertiga waktu ujian yang pertama. Peserta baru saja mendapatkan soal dan
lembar jawab. Mereka terlihat sibuk mengisi identitas dengan lengkap. Mengeceknya
kembali sampai benar-benar yakin sudah benar atau tidak. Untuk yang sering lupa
dengan identitasnya biasanya membutuhkan waktu yang agak lama. Lanjut! Setelah itu
mereka mulai membaca soal demi soal secara sekilas. Ini bertujuan memprediksi
seberapa sulitkah soal yang akan dihadapi. Kalau wajah mereka tersenyum penuh
keyakinan dan manggut-manggut sendiri berarti anak itu sudah belajar dan apa
yang dipelajarinya keluar di soal. Tapi kalau ada peserta didik yang tersenyum
cenderung cengengesan sambil manggut-manggut berarti contekan yang telah
disiapkan bakal keluar di jawaban. Tapi kalau muka mereka datar-datar aja,
berarti ya dia nggak bisa berekspresi. Hanya dia dan Tuhan yang tahu apa yang
dia rasakan. Jadi di Sesi Pertama ini rata-rata peserta ujian khusuk dengan
lembar jawabnya masing-masing. Belum ada yang coba tolah-toleh, paling ya
mendongak ke atas sambil berharap ada jawaban turun dari langit-langit kelas. Intinya
suasana hening dan kondusif. Saking sepinya suara detik jam aja bisa terdengar
seperti suara sound saat ada acara hajatan di desa-desa. Sssstttttt!!!! Jangan berisik!!!!!
Sesi kedua, ini terjadi saat
sepertiga waktu ujian yang kedua. Ketenangan peserta mulai terusik. Ketika mulai
menemukan soal yang jawabannya belum dipelajari semalam, atau soal yang
jawabannya nggak ikut di catet di kertas contekan. Saat seperti ini, anak yang
rajin belajar semakin rajin mendongak keatas dengan sedikit cemas, masih dengan
harapan ada jawaban turun dari sana. Kemudian yang membawa contekan mulai toleh
kanan, toleh kiri, menjulur ke depan dan menjulur ke kiri. Selain butuh
kelenturan tubuh yang maksimal, kegiatan ini juga membutuhkan ketajaman dalam
melihat, iya melihat jawaban milik temanya. Jangan pake mata ikan, pakailah
mata elang. Satu lagi, kalau ada yang nggak berekspresi berarti dia… ya memang
nggak bisa berekspresi dengan kata lain pasrah aja gitu. Hehehe…. Saat-saat
seperti ini sering terdengar kasak-kusuk diantara peserta Ujian. Detak jam
dinding tersaingi. Mulai ada keributan kecil-kecilan.
Sesi ketiga, terjadi saat
sepertiga paruh waktu ujian yang terakhir. Mulai timbul kepanikan nih. Yang tadi
mendongak ke atas lehernya jadi keram gara-gara kelamaan ndangak dan tak
kunjung membuahkan jawaban. Kemudian dia beralih mulai menjulur-julurkan badan
ke depan dan ke belakang, menolehkan kepala ke kanan dan kekiri dengan daya
akomodasi mata super maksimum. Berharap jawaban teman terbaca dan
mengkopipastekan ke lembar jawabnya. Sedangkan yang tadinya tolah-toleh dan
menjulur-julurkan badan, beralih mendongak keatas. Tidak berlangsung lama,
karena sama saja tidak mebuahkan hasil akhirnya dia melakukan barter. Barter kertas
contekan. Memilih dan memilah sobekan-sobekan kertas nan kusut dengan tulisan
yang lebih mirip resep dokter, siapa tau ada jawaban di sana. Kemudian nasib
yang tanpa ekspresi gimana? Hahaha, dia tetap saja tak berekspresi. Justru dia
menarik diri dari hingar bingar keributan di ruang ujian. Dia malah tidur. Biasanya
kondisi akan semakin ramai saat memasuki 15 menit terakhir, di situlah pengawas
mulai teratur mengingatkan untuk tenang, tenang dan tenang. Kalau nggak, sepatu
bakal melayang. Hihihihihi, serem kali ah kalau di tengah-tengah keributan
siswa tiba-tiba sepatu mereka melayang-layang di udara. Huuuuuu, horror.
Semua hiruk pikuk berakhir ketika
ditandai dengan suara Bel tiga kali. Itu artinya seluruh peserta ujian harus
keluar ruang karena waktu ujian selesai. Jangan lupa resep dokter yang tadi
dibawa keluar, jangan sampai ketahuan pengawas dan jadi masalah di meja guru
BP.
Yups, begitulah analisisku. Mungkin
dari teman-teman ada yang mengalami sama sepertiku atau mungkin juga berbeda. Namuanya
juga beda sekolahan pasti ya nggak akan sama pengalamannya. Iya kan????
Karena, waktu ujian yang aku
tungguin udah mau habis. Untuk tulisan 3 fase Ujian dari sisi pengawas besok
lagi ya….
Ok.ok tetap semangat dan rajin
belajar!! Semangat untuk yang Ujian. Bertindaklah jujur dan jangan takut untuk
salah, namanya juga lagi belajar iya kan?
Jangan lupa klik button “Join this Site” dengan begitu kamu nggak akan ketinggalan tulisan-tulisan aku yang lainnya.
Sampai ketemu, di postingan
selanjutnya. Caw!!!










0 komentar:
Posting Komentar