Calon Penulis dan Penulis

“….nanti pulang dari sini kalo Nikken nulis pasti tulisannya jelek, gue jamin itu. Lalu kapan tulisannya bakal bagus? Kalau dia mau memperbaiki yang kurang bagus, mengedit yang kurang sesuai sehingga menjadi tulisan yang bagus….-RD”

Semangat Berani

"Lebih baik salah dari pada selamanya tidak tahu salah atau benar" -Jomblo

My Inpiration

"Imagine all the wonderful things that will never happen if you do not do them" -Up

Nikken Derek Saputri dan Derek Samtidar

"Akhir sebuah perjalanan merupakan awal dari perjalanan baru" -Wisuda Unnes Periode II tahun 2013

Bersama berbagi tawa canda

"Sahabat adalah keluarga yang kita pilih sendiri"

Sabtu, 12 April 2014

#Akurakpopo

Ilustrasi dari Suara Merdeka
Tergelitik ingin menulis tentang idiom Jawa yang lagi populer di sosial media. Yups betul sekali ‘Akurakpopo’ yang kalau diIndonesiakan sama dengan ‘aku tidak apa-apa’. Kalau kamu seorang pemnabaca Suara Merdeka (koran yang beredar di Jawa Tengah) bulan lalu di rubrik Suara Lokal pernah ada artikel tentang idiom ini. Barangkali tulisanku nanti ada kemiripan dengan artikel tersebut mungkin sekali karena sebetulnya inspirasi dari sana.

Ok, sebetulnya kondisi yang bagaimana sih ‘Akurakpopo’ itu? Sudah disebutkan di awal bahwa ‘Akurakpopo’ berarti tidak apa-apa atu dengan kata lain dalam kondisi baik-baik saja meskipun baru dirundung duka, musibah, bencana, atau yang lainnya. Dalam hal ini ‘Akurakpopo’ berfungsi untuk menyakinkan ke orang lain dan diri sendiri tentunya bahwa dia baik-baik saja.

Maaf Aku Ingkar Janji

“Waow!!! Keren banget!!!” Fendi memelukku, aku merasa canggung. Tak menyangka reaksinya seperti ini.
“Oh, emmm maaf” Fendi melepaskan pelukannya sekarang dia genggam tanganku. “ Terimakasih ya, gagasan kamu brilian banget. Habis ini langsung aku presentasiin ke bos aku, kalau disetujui ide kamu ini bakal terealisasi di event bulan depan”.

Mata Fendi berbinar kesenangan. Aku hanya tersenyum, turut bahagia karena sahabat karibku sejak SMA ini merasa senang. Iya Fendi adalah sahabatku bahkan sudah seperti keluarga. Meskipun sekarang kami udah bukan pelajar lagi tapi kami tetap bersahabat. Inget banget waktu pertama kali ketemu dengannya, saat itu MOS SMA ban sepedaku bocor di tengah jalan saat mau ke sekolah, lalu ketemu deh sama Fendi. Dia bantuin aku nyari tambal ban terus ke sekolah bareng. Sampai sekolah telat dong, nah sekali lagi dia bantuin aku. Saat dihukum senior gara-gara telat dia minta biar separuh dari hukumanku dia yang nglaksanain. Salut deh dengan kebaikannya, padahal aku baru kenal.

“Huh!!!!” Fendi meniup mukaku “Ngalamun aja”
“Eh, iya maaf. Tadi kamu bilang apa?” tiupannya membuatku kaget membuatku jadi canggung, cara itu memang sering dilakukannya untuk menyadarkanku dari lamunan.
“aku mau nemuin bos aku dulu, kamu pulang sendiri bisa kan? Aku udah nggak sabar mresentasiin ide kamu ini ke bosku, aku yakin dia pasti setuju”

Kamis, 10 April 2014

Titik Fokus

Fokus pada satu titik. Kamu. Ketika tawa lepas terlontar ikhlas, saat itu rasa lega menyeruak di dada. Hemmmm, kamu baik-baik saja.
Di tengah sebuah pusat perbelanjaan. Tejadi hiruk pikuk beberapa orang berseragam sama, sepertinya itu panitianya. Iya betul mereka adalah panitia sebuah event bulanan di Mal itu. Kali ini yang akan diselenggarakan adalah Pameran Buku Nasional. Stand-stand buku dari berbagai penerbit sudah siap. Beberapa pengunjung juga sudah ada yang iseng melihat-lihat koleksi buku yang dipajang, meskipun belum dibuka acaranya.
Di sudut yang lain, ada sebuah panggung kecil sederhana bertuliskan nama evennya. Di depan panggung itu seduah siap deretan kursi yang sebagian sudah terisi oleh anak-anak berbaju adat nusantara. Mereka adalah model cilik yang siap menunjukkan kebolehannya setelah acara pembukaan nanti.
Dari lantai dua ini aku memperhatikan semuanya. Ekspresi-ekspresi mereka, baik itu panitia, penjaga stand, pengunjung, lebih-lebih peserta fashion show cilik itu, mereka semua lucu-lucu. Iya aku memang hobi memperhatikan ekspresi orang lain. Ada satu keunikan tersendiri di balik ekspresi mereka yang kemudian akan membuatku tersenyum-senyum sendiri.
“krrrriiiiiinnnnngggg!!!! Kriiiingggggg!!!!”
“Halo?”
“Kenapa nggak turun?”

Rabu, 09 April 2014

#Selfinger Suatu Kebanggaan untuk Memilih

Yang Muda Peduli Bangsa. Anak Pramuka nggak boleh golput... Gunakan hak pilih kamu untuk Pemilu Legislatif 2014. Lima menit menentukan nasib Indonesia lima tahun ke depan. Datang, pilih, coblos dan celup untuk Indonesia satu.
#slefinger
9 April 2014 saatnya berpesta demokrasi. Inilah saat dimana Bangsa Indonesia dari segala penjuru tanah air memanfaatkan suaranya untuk menentukan nasib 5 tahun ke depan. Yups, betul sekali hari ini telah dilangsungkan Pemilu legislatif. Tempat Pemungutan Suara (TPS) memang sudah ditutup beberapa waktu yang lalu, namun uforia Pemilu masih terasa sampai saat ini.
Ada satu fenoma di sosial media baik itu facebook, twiteer, bbm maupun yang lainnya apa itu? #selfinger. Adalah sebuah fenomena anak muda dengan cara memotret jari kelingkingnya sebagai bukti bahwa dia telah ikut Pemilu yng kemudian di upload ke sosial media tentunya dengan komentar yang beragam. Fenomena ini tidak lepas dari kebiasan anak muda kini yang hobi mengunggah foto narsisnya ke muka umum alias narsis.

Sabtu, 22 Maret 2014

Dunia Baru



Welcome to the junggle!!!
Itulah ucapan sambutan yang biasanya disampaikan kepada fress graduated. Seakan-akan orang yang baru mentas dari kampus langsung dilepaskan ke hutan belantara yang penuh hewan-hewan buas. Apa iya dunia di luar kampus sekejam itu? Kejam bagi orang yang tak tahu bagaimana mncari celah untuk mengusahakan nafkah. Rejeki itu ada di mana-mana, tapi dia tidak berdiam diri makanya perlu dikejar.
Stelah beberapa bulan kemarin bergalau ria tanpa pekerjaan, akhirnya ada juga perusahaan yang mengakomodasi tenaga dan pikiranku. Sebuah PT yang dari dulu tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Perusahaan jasa pialang. Bergerak di bilang online trading komoditi. Bidang yang jelas berbeda dengan jurusanku.