Calon Penulis dan Penulis

“….nanti pulang dari sini kalo Nikken nulis pasti tulisannya jelek, gue jamin itu. Lalu kapan tulisannya bakal bagus? Kalau dia mau memperbaiki yang kurang bagus, mengedit yang kurang sesuai sehingga menjadi tulisan yang bagus….-RD”

Semangat Berani

"Lebih baik salah dari pada selamanya tidak tahu salah atau benar" -Jomblo

My Inpiration

"Imagine all the wonderful things that will never happen if you do not do them" -Up

Nikken Derek Saputri dan Derek Samtidar

"Akhir sebuah perjalanan merupakan awal dari perjalanan baru" -Wisuda Unnes Periode II tahun 2013

Bersama berbagi tawa canda

"Sahabat adalah keluarga yang kita pilih sendiri"

Jumat, 23 Desember 2011

Jadi Pimpinan Sidang

Sabtu, 24 Desember 2011 pada MUSARA Wijaya Guslat Base ketiban amanah menjadi ketua Presidium atau pimpinan sidang. hehehhe jadi sering pegang palu selama kegiatan berlangsung. grogi pastilah wong ini pengalaman yang pertama kok.... rada wagu-wagu sitik ya wajar....hehehe(membela diri).
tapi tetep berusa untuk tidak mengecewakan. hemmmmm
sidang pleno 1 sudah berhasil dilewati dengan keputusan yang dapat diterima masing-masing pihak. dilanjutkan sidang pleno 2 perihal teknis pencalonan dan kriteria calon koordinator guslat. hemmm udah nggak sabar nuih,.... eiiiittt!!!!
tapi tunggu dulu, "tanpa logistik logika nggak jalan" so, kita makan dulu nyok,.... udah dipesenin nasi kuning ma panitianya nich,. kasihan nasinya kalau tidak dimakan,,,....
semoga sidang berikutnya dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan yang paling tepat.



Selasa, 20 Desember 2011

Selamat Datang Keluarga Baru



Selamat, selamat dan selamat. Akhirnya kami dapat mengantarkan kakak sampai ke depan pintu gerbang Racana Wijaya. Kini kakak adalah bagian dari keluarga besar Racana Wijaya. Dengan menggenggam sang dwi warna yang didekatkan dengan degup jantung kakak mengucapkan Satya Pramuka dengan penuh kesunguh-sungguhan. Tak kuasa air mata mengalir dari ujung mata. Bukan karena sedih, namun karena bahagia. Akhirnya saudara kami sampai juga ke titik ini.
Teringat perjuangan kakak dari mulai OKPT, PTR, Diklat dan PAR. Perjuangan yang tidak dapat dikatakan sebentar apalagi ringan. Dibutuhkan kesabaran dan keteguhan hati dalam melewati itu semua. Beberapa dari kakak ada yang menghilang tanpa jejak entah apa alasannya. Tapi kakak memilih untuk bertahan di sini sampai akhir. Sungguh kakak adalah putra-putri Wijaya yang bersemangat baja dan berhati sutera.
Emblem wijaya yang kini tersemat di lengan kiri kakak bukan merupakan tujuan akhir melainkan awal pijakan kakak untuk berkarya dan berinovasi bersama kami dalam memajukan Racana Wijaya. Sekali lagi selamat, selamat dan selamat.
Selamat bergabung bersama kami,
Selamat berkarya dan selamat memandu.
RACANA WIJAYA!!! PEKA SELALU!!!!

Senin, 12 Desember 2011

kado spesial dari Allah

seharusnya aku menulis ini jauh-jauh hari kemarin. Namun baru sempat hari ini. Lebih baik terlambat kan, dari pada tidak sama sekali. 
dari 365 hari di tiap tahunnya tanggal 7 Desember adalah hari yang paling spesial untukku. Yaps, tepat sekali itu adalah  hari kelahiranku.
Sejak pagi sudah banyak yang memberi ucapan selamat. senang sekali. apalagi ucapan dari Ayah dan Adik-adikku, membuatku serasa ingin segera pulang ke rumah. Kangen Banget.

Namun sayangnya aku sedikit kurang sehat hari itu. agak sedih sih. Sampai pada akhirnya ada seseorang yang sms seperti ini

"itu adalah kado dari Allah bwt nok, betapa Allah ingin mendengar do'a dan dzikir nok"


bagaikan air yang mengguyur mukaku, akhirnya aku sadar. Iya, selama ini aku merasa sedikit jauh dari-Nya, semakin jarang berdzikir. hemmmm Astagfirullahaladzim. 
sekarang aku bersyukur, Allah memberikan kesempatan aku sakit, sehingga aku bisa mengoreksi diri sendiri. terimakasih Allah, ini merupakan kado terindah di usiaku yang ke 21 tahun.

Doaku semoga aku bisa menjadi pribadi yang senantiasa melakukan perbaikan diri. Amiin.

Rabu, 23 November 2011

Ke Ambarawa bareng Septi



Baru terasa pagi ini, badan pegel-pegel semua. Setelah kemarin bersama temanku Septi menempuh perjalanan panjang nan menantang. Dalam rangka memenuhi tugas kuliah, kami harus menuju ke sebuah sekolah yang tempatnya tak pernah terbayangkan sebelumnya. Kami hanya tahu daerah Banyu Biru Ambarawa.
Perjalanan berawal dari jam 11 siang. Belajar dari kesalahan kemarin saat observasi di Demak, kali ini kami berpakaian khas mahasiswa PPL. Berdua kami berboncengan di atas motor Mio. Langit memang tak begitu cerah, dan apa yang kami khawatirkan terjadi. Hujan. Terpaksa kami berteduh di depan Alfa Mart. Setengah jam kemudian hujan mereda, meninggalkan setitik gerimis nan indah. Kami memutuskan melanjutkan perjalanan. Berlomba dengan mobil-mobil dan truk-truk besar di pantura kami menerobos gerimis. Baru 5 menit kami berjalan titik air gerimis menjadi besar dan semakin besar. Hujan lagi. Di depan sebuah toko kelontong kuning kami berteduh. Hemmmm, derita karena tak membawa jas hujan.
Setelah dipastikan benar-benar  reda, kami melanjutkan perjalanan. Di beri petunjuk oleh Mas Jito -orang yang ingin kami temui- melewati jalan alternative yang sebetulnya sedikit membuat kami bingung. Bertanya di setiap jalan memastikan kami tidak kesasar.
Awalnya jalan yang kami lalui jalan raya biasa yang masih ramai dengan pemukiman dan orang lalu lalang. Sampai pada akhirnya kami masuk sebuah desa Wanakrama –kalo tidak salah namanya itu- jalan menanjak dan rusak itulah yang kami lalui. Permulaannya memang masih banyak rumah-rumah warga namun semakin ke atas semakin jarang rumah dan sepi dari lalu lalang warga. Ditambah dengan hujan dan kabut yang turun secara perlahan membatasi jangkauanpandangan kami.
Sampai dipersimpangan, tanpa orang dan jauh dari pemukiman, kami bingung harus ke kiri atau ke kakan. Untungnya ada orang yang tujuannya hamper sama yang menunjukkan jalan menuju SMP 3 Wonokromo. Kami kira sudah dekat, ternyata masih lumayan jauh. Jalan berliku, menanjak dan rusak embuat Septi hampir menangis. Aku yang di belakangnya hanya bisa memberi semangat. “Ayo Septi, kamu bisa!!!”
Pukul 13.00 kami sampai tujuan, tangis haru meluber dari mata Septi. Tak kuasa membendung perasaan bahagia sampai juga di tujuan. Horeee!!!!!! Sampai juga….
Alhamudlillah…

Senin, 21 November 2011

Pembelajaran di H-16

 akhirnya aku tahu,..
mungkin memang aku yang terlalu pede, aku yang terlalu yakin dan aku yang terlalu menganggap mudah semua hal. akhirnya sekarang akulah yang menanggung resikonya. sepertinya tak hanya itu saja. goresan tinta hitampun sekarang tergambar jelas dimukaku.

aku malu...
benar-benar malu, entah apa yang akan aku lakukan jika kelak aku membutuhkannya lagi. masih punya nyalikah diriku untuk datang kembali ke sana.
bodohnya aku...
benar-benar bodoh, kenapa tidak melalui jalur yang benar. padahal sudah dikemukakan di awal, "seperti ini lho nok, jalurnya" kenapa tetap saja kuterabas?

kini akupun tahu...
sungguh-sungguh tahu, seberapa pentingnya membalas sms dari siapapun. lebih, lebih sms dari orang yang bantuannya sangat kita butuhkan. 
lalu, bagaimana? nasi telah menjadi bubur dan sayangnya buburnya tidak terlalu enak. mungkin tangisan yang keluar dari mataku tak akan mampu menghapus coretan hitam diwajahku.

do'aku, semoga ini tidak memutus silaturahmi diantara kami. . .