Calon Penulis dan Penulis

“….nanti pulang dari sini kalo Nikken nulis pasti tulisannya jelek, gue jamin itu. Lalu kapan tulisannya bakal bagus? Kalau dia mau memperbaiki yang kurang bagus, mengedit yang kurang sesuai sehingga menjadi tulisan yang bagus….-RD”

Semangat Berani

"Lebih baik salah dari pada selamanya tidak tahu salah atau benar" -Jomblo

My Inpiration

"Imagine all the wonderful things that will never happen if you do not do them" -Up

Nikken Derek Saputri dan Derek Samtidar

"Akhir sebuah perjalanan merupakan awal dari perjalanan baru" -Wisuda Unnes Periode II tahun 2013

Bersama berbagi tawa canda

"Sahabat adalah keluarga yang kita pilih sendiri"

Kamis, 31 Mei 2012

Jejak Kaki si-Pramuka


Banyak Pramuka “pergi” meninggalkan jejak. Sebagian mudah dibaca. Sebagian lagi penuh dengan misteri. Diantara para Pramuka mulai bosan. Sekian lama menjadi Pramuka masih saja ia bertanya “Untuk apa jadi Pramuka”

Terhenyak, tertegun dan sependapat. Rangkaian kata-kata di atas adalah potret Pramuka saat ini. Satu-persatu aktifis Pramuka gantung seragam. Entah apa alasannya. Sebagaian dari mereka jenuh, bosan dan muak barangkali dengan aktifitas Pramuka yang mereka anggap monoton. Namun tidak sedikit yang angkat kaki dari Pramuka karena kepentingan lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Pramuka bersifat suka rela. Tak ada paksaan untuk turut di dalamnya. Yah, meskipun tidak dipungkiri kebijakan sekolah pada jenjang ada yang “mewajibkan”. Sangat disayangkan, karena hal ini mengesankan Pramuka memaksa para siswa untuk berkegiatan di dalamnya. Padahal salah besar. Pramuka tidak pernah memaksa orang untuk turut di dalamnya. Jika tertarik ya silahkan bergabung, jika tidak ya tidak apa-apa. Terlepas dari pro kontra wajib tidaknya Pramuka, pastilah ada alasan-alasan yang melatarbelakangi kebijakan tersebut dikeluarkan dan, siapapun yang mencetuskannya pastilah memiliki maksud san tujuan yang baik tentunya.
Nah, kini saatnya kita membuka mata. Selama ini Pramuka masih dilihat sebagai kegiatan yang jadul, kuno, nggak keren dan cenderung monoton. Padahal sebenarnya Pramuka memiliki beraneka macam kegiatan yang menantang, menarik, sesuai dengan perkebangan zaman, dan yang nggak kalah pentingnya adalah bermanfaat bagi si Pramukanya sendiri maupun orang disekitarnya. Sifatnya yang universal membuat kita bisa berhubungan dengan Pramuka-Pramuka di belahan dunia lainnya. Apalagi dengan kecanggihan teknologi saat ini.
Di Indonesia sendiri Pramuka sudah terstruktur dengan sangat baik. Mulai dari yang paling dekat yaitu Gugus Depan, kemudian di tingkat kecamatan ada Kwartir ranting, Kabupaten/kota ada Kwartir Cabang, Propinsi Kwartir Daerah, dan di tingkat Nasional ada Kwartir Nasional yang semuanya saling bersinergi untuk mewujudkan tujuan Gerakan Pramuka.
Begitu banyak wadah yang bisa memfasilitasi Pramuka dalam berkegiatan. Kini saatnya Pramuka memanfaatkan itu semua untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang menarik dan dapat meningkatkan keterampilan serta menambah khasanah keilmuan bagi setiap anggota Pramuka dan tentunya membawa manfaat bagi masyarakat.

Rabu, 30 Mei 2012

2 Jam di Demak, 5 Menit di Rumah

foto rumah aku

Demak aku pulang!!!!
Itu jargon yang menggebu-gebu siang tadi. Hehehe aku ke Demak tadi siang. Dengan di antar seorang teman, ya sebut saja namanya “Set” –itu bukan tanda untuk diam ya, memang itu namanya- aku menuju tepat install laptop. Mungkin perlu diketahui, seminggu yang lalu Jono –nama netbookku- aku install ulang. Awalnya sih memang sudah tidak ada masalah lagi. Namun dua hari kemudian muncul keanehan. Tiba-tiba layar Jono menjadi hitam, gelap dan tidak dapat menampilkan gambar pada dekstop.

Siang-siang bertabur sinar matahari nan gemilang kami melaju menuju kota kelahiranku, Demak. Sengatan mentari, debu jalanan, asap kendaraan tak kami pedulikan hanya demi kesehatan si Jono. Lalulintas yang sedikit ramai mebuat perjalanan menjadi agak lama, sekaligus membuat patnerku ketakutan, ya namanya juga pantura saingan di jalan ya bis-bis gedhe, truk gandheng dan kawan-kawannya. Hahahha.... namun akhirnya kami sampai di tempat tujuan.

Di sana ku utarakan semua keluhan yang aku rasakan. Bak seperti dokter spesialis, mas-mas penjaga itu mengernyitkan alis. Mungkin masnya lsedang mendiagnosis penyakit apa yang menimpa Jono. Di bolak-balik si Jono, lalu dia diam sebentar seperti ada yang dipikirkan. Di lihat lagi, lalu diam lagi. Akupun bertanya-tanya dalam hati “Janjane kenapa ta mas? Separah itukah kerusakan netbook ku?”. Setelah beberapa saat akhirnya mas-mas itu bertanya padaku “Mbak, tombol powernya dimana?” hah!!! Jadi dari tadi mas itu nyari tombol power tow?? Ealah, tak kira mikir apa.

5 menit berlalu, belum ada hasil. Masnya masih semangat mengutak-utek Jono. 15 menit berjalan, masnya mulai garuk-garuk kepala. 30 menit kemudian, kami merasa lapar akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Jono dan mencari makan. Hahahahha... yups, tempat makan favorit jika berada di Demak adalah Sanggar Bakso. Karena disitulah tempat makan termurah. –ada beberapa kejadian disana, mungkin akan diceritakan di lain kesempatan-

Selesai makan, kami kembali ke tempat semula. Mencari tahu bagaimana keadaaan Jonoku tersayang. Dan ternyata Jono dinyatakan sehat kembali. Aku coba cek, ternyata seudah kembali seperti semula. Alhamdulillah. Dan alhamdulillah lagi ternyata aku nggak harus bayar untuk keluhan ini. Hehehhe.... asik.asik

Tak lupa, menyampaikan terimakasih kemudian kami berlalu dan menuju Semarang lagi. Eiiitttssss,. Tidak lupa mampir rumah dulu. Di luar dugaan rumahku benar-benar sepi. Ibu nggak ada, Ayah juga, kedua adikku apa lagi. hemmmm,. Kemana mereka???? Percuma dong pulang tapi nggak ketemu orang rumah. Di rumah kami hanya sholat dan kemudian melanjutkan perjalanan. Beruntung sebelum meninggalkan rumah ibuku datang. Sempet pamitan, meskipun hanya sekejap namun itu cukup mengobati kerinduanku ke ibu....

Selasa, 29 Mei 2012

Bukan Menjauh

koleksi pribadi
Semakin tidak jelas. Mugkin adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan hubungan ini. terpisahkan jarak dan minimnya media komunikasi menyamarkan semuanya. Semakin samarnya sehingga kamu tak melihat aku masih di sini. Kau mengira aku menjauh, padahal tidak. Aku masih di tempat ini, tak bergeser sedikitpun, tak perpindah sejengkalpun. Aku setia di sini, menunggumu dengan sepenuh hati. Tapi apa? Kau tidak melihatku? Apa yang menghalangi penglihatanmu sehingga kau mengiraku menjauh?

Sekian lama keadaan seperti ini aku jalani. Jenuhkah? Pernah. Bosankah? Kadang. Lelahkah? Iya. Namun, Meskipun jenuh datang, bosan semakin hinggap dan lelah nggak karu-karuan, aku tetap bertahan. itu hanya untuk kamu. Sering dianggap bodoh, karena terlalu berani berdiri pada ketidakjelasan. Sering dianjurkan untuk membuka hati bagi orang lain, tegas kukatakan tidak. Sering diingatkan untuk melupakan, jelas tak bisa. sudah terlalu banyak kenangan yang sudah terjadi.

Dan sekarang aku bingung, apa yang harus aku lakukan. Apakah aku pergi saja sehingga anggapanmu menjadi kenyataan atau tetap berdiri di atas awang-awang ketidakjelasan dengan resiko-resiko yang siap menemani? Apapun itu, aku belum bisa memutuskan.

Terlepas dari itu semua, saya tegaskan kembali "Saya Tidak Pernah Menjauh" jauh, dekatnya saya bergantung dari saudara yang memaknai kehadiran saya.

Senin, 28 Mei 2012

Jupe Jatuh (lagi)

hemmmm, agak sedih nie malam ini. Baru aja kemarin aku cerita jupe jalan-jalan ke solo eh, tadi jupe jatuh. untungnya sang pengendara nggak ikut-ikutan jatuh dan dia selamat tanpa luka. tapi si jupe? mmmmmmm,. sepion pecah satu dan ada bagian yang bengkong (aku nggak tahu namanya). 

mungkin ini adalah jawaban dari kegeisahanku sejak kemarin. rasa-rasanya akan ada hal yang terjadi dan inilah yang terjadi. ok nggak apa-apa, pelajaran buat kita untuk selalu berhati-hati. iya kan? semua pasti ada sisi positif dan negatif. ambil positifnya ajjah.

foto diambil setelah si Jupe jath di Sumowono
kalau diingat-ingat jupe udah pernah jatuh dua kali, ini yang ketiga. pertama jatuh waktu di Sumowono, perjalanan menuju curuk 7 bidadari. saat itu aku dan kedua adikku main kesanayah, itung-itung ngisi liburan hari raya. mungkin kami lupa berdoa dan sepanjang jalan sering becanda akhirnya ditegur deh. peringatan.

lalu yang kedua, pas jupe lagi dipinjem temenku, Hendrik. nggak tahu pas ada keperluan apa gitu dia pinjem. tahu-tahu pas dia balik celananya udah kotor, katanya dia habis jatuh. habis itu lecet dikit deh bagian depannya. pas itu Ayah tahu, dikira aku yang jatuh. hampir saja aku nggak boleh bawa motor lagi. tapi dengan segala cara aku rayu dan bujuk akhirnya masih boleh kok bawa motor. asik.asik!

stiker putih di sisi kanan itu adalah plester luka setelah jatuh yang kedua

nah, dan malam inilah untuk yang ketiga kalinya jupe, alias Jupiter merah kesayangannku jatuh. bukan aku pengendaranya, tapi temenku. yah, cuma pecah sepion dan ada yang rada bengkong masih bisa diperbaiki. yang terpenting temenku nggak kenapa-kenapa. keselamatan manusiakan lebih penting.....
iya tow????

Minggu, 27 Mei 2012

Kerokan: terapi tradisional khas orang Jawa


Ketika badan terasa tidk enak, pegel, perut kembung, mual, keluar keringat dingin. Nah, tanda-tanda masuk angin itu. Apa lagi kalau habis perjalanan jauh, kalau sudah biasa sih mungkin nggak kenapa-kenapa tapi bagi para pemula wah, harus antisipasi. Hal sederhana untuk menangani masuk angin adalah “kerokan” atau “kerikan”. Bermodal sebuah uang logam dan minyak kayu putih/balsem terapi tradisonal nan murah meriah ini dapat di lakukan. Hehehehe.....

Tidak hanya orang-orang tua saja yang gemar membuat garis-garis dipunggungnya, namun kerokan juga masih menjadi alternatif petama bagi kaum muda. Mereka menganggap kerokan itu sederhana, murah, merakyat dan efeknya bisa langsung terasa. Ah, yang bener? Kalau nggak percaya bisa coba sendiri.

Menurut Dr. Koosnadi Saputra, DSR, akupunturis klinik, upaya untuk meningkatkan panas di bagian belakang tubuh bisa berpedoman pada hukum Einstein (E = mC2). Energi atau panas dihasilkan dari gesekan dua benda. Kalau permukaan kulit tubuh digosok-gosok dengan tangan atau suatu benda tumpul secara cepat, suhu tubuh pun akan meningkat. Panas yang cukup tinggi menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah dalam kulit. Otomatis peredaran darah menjadi lebih lancar dan oksigenasi lebih baik sehingga rasa sakit di tubuh berkurang. Maka dari itu, metode pengobatan kerokan dapat menjadi salah satu perwujudan hukum Einstein.

Namun, ada juga yang berpendapat kerokan itu berbahanya. “Semakin sering kulit bergesekan dengan uang logam lama-lama lapisan kulit akan menipis”, begitu katanya. Lalu ada juga yang bilang “Setelah dikerikkan pori-pori terbuka, hal ini akan dimanfaatkan kuman dan bakteri sebagai jalan bebas hambatan untuk masuk ke tubuh kita”.

Terlepas dari semua pendapat di atas, entah kerokan itu berkhasiat atau malah tidak sehat semua dikembalikan pada pembaca. Jika pembaca merasa enjoy-enjoy aja kerokan, ya mangga kerokan. Tapi kalau pembaca beranggapan kerokan tidak menyehatkan ya sudah nggak apa-apa.