Minggu, 27 Mei 2012

Kerokan: terapi tradisional khas orang Jawa


Ketika badan terasa tidk enak, pegel, perut kembung, mual, keluar keringat dingin. Nah, tanda-tanda masuk angin itu. Apa lagi kalau habis perjalanan jauh, kalau sudah biasa sih mungkin nggak kenapa-kenapa tapi bagi para pemula wah, harus antisipasi. Hal sederhana untuk menangani masuk angin adalah “kerokan” atau “kerikan”. Bermodal sebuah uang logam dan minyak kayu putih/balsem terapi tradisonal nan murah meriah ini dapat di lakukan. Hehehehe.....

Tidak hanya orang-orang tua saja yang gemar membuat garis-garis dipunggungnya, namun kerokan juga masih menjadi alternatif petama bagi kaum muda. Mereka menganggap kerokan itu sederhana, murah, merakyat dan efeknya bisa langsung terasa. Ah, yang bener? Kalau nggak percaya bisa coba sendiri.

Menurut Dr. Koosnadi Saputra, DSR, akupunturis klinik, upaya untuk meningkatkan panas di bagian belakang tubuh bisa berpedoman pada hukum Einstein (E = mC2). Energi atau panas dihasilkan dari gesekan dua benda. Kalau permukaan kulit tubuh digosok-gosok dengan tangan atau suatu benda tumpul secara cepat, suhu tubuh pun akan meningkat. Panas yang cukup tinggi menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah dalam kulit. Otomatis peredaran darah menjadi lebih lancar dan oksigenasi lebih baik sehingga rasa sakit di tubuh berkurang. Maka dari itu, metode pengobatan kerokan dapat menjadi salah satu perwujudan hukum Einstein.

Namun, ada juga yang berpendapat kerokan itu berbahanya. “Semakin sering kulit bergesekan dengan uang logam lama-lama lapisan kulit akan menipis”, begitu katanya. Lalu ada juga yang bilang “Setelah dikerikkan pori-pori terbuka, hal ini akan dimanfaatkan kuman dan bakteri sebagai jalan bebas hambatan untuk masuk ke tubuh kita”.

Terlepas dari semua pendapat di atas, entah kerokan itu berkhasiat atau malah tidak sehat semua dikembalikan pada pembaca. Jika pembaca merasa enjoy-enjoy aja kerokan, ya mangga kerokan. Tapi kalau pembaca beranggapan kerokan tidak menyehatkan ya sudah nggak apa-apa.

0 komentar:

Posting Komentar