Ketika badan terasa tidk enak, pegel, perut kembung, mual, keluar keringat
dingin. Nah, tanda-tanda masuk angin itu. Apa lagi kalau habis perjalanan jauh,
kalau sudah biasa sih mungkin nggak kenapa-kenapa tapi bagi para pemula wah,
harus antisipasi. Hal sederhana untuk menangani masuk angin adalah “kerokan”
atau “kerikan”. Bermodal sebuah uang logam dan minyak kayu putih/balsem terapi
tradisonal nan murah meriah ini dapat di lakukan. Hehehehe.....
Tidak hanya orang-orang tua saja yang gemar membuat garis-garis
dipunggungnya, namun kerokan juga masih menjadi alternatif petama bagi kaum
muda. Mereka menganggap kerokan itu sederhana, murah, merakyat dan efeknya bisa
langsung terasa. Ah, yang bener? Kalau nggak percaya bisa coba sendiri.
Menurut Dr. Koosnadi Saputra, DSR,
akupunturis klinik, upaya untuk meningkatkan panas di bagian belakang tubuh
bisa berpedoman pada hukum Einstein (E = mC2). Energi atau panas
dihasilkan dari gesekan dua benda. Kalau permukaan kulit tubuh digosok-gosok
dengan tangan atau suatu benda tumpul secara cepat, suhu tubuh pun akan
meningkat. Panas yang cukup tinggi menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh
darah dalam kulit. Otomatis peredaran darah menjadi lebih lancar dan oksigenasi
lebih baik sehingga rasa sakit di tubuh berkurang. Maka dari itu, metode
pengobatan kerokan dapat menjadi salah satu perwujudan hukum Einstein.
Namun, ada juga yang berpendapat kerokan itu berbahanya. “Semakin sering
kulit bergesekan dengan uang logam lama-lama lapisan kulit akan menipis”,
begitu katanya. Lalu ada juga yang bilang “Setelah dikerikkan pori-pori
terbuka, hal ini akan dimanfaatkan kuman dan bakteri sebagai jalan bebas
hambatan untuk masuk ke tubuh kita”.
Terlepas dari semua pendapat di atas, entah kerokan itu berkhasiat atau
malah tidak sehat semua dikembalikan pada pembaca. Jika pembaca merasa
enjoy-enjoy aja kerokan, ya mangga kerokan. Tapi kalau pembaca beranggapan
kerokan tidak menyehatkan ya sudah nggak apa-apa.








0 komentar:
Posting Komentar