Rabu, 24 Oktober 2012

Mahasiswa Alay Berandai-andai menjadi Ketua KPK


K-P-K, Komisi Pemberantasan Korupsi adalah suatu lembaga yang tercipta atas dasar keprihatinan merajarelanya budaya korupsi. Barang kali terdengar lebay karena menyebutnya sebagai budaya. Sayapun juga nggak suka menyebutnya budaya. Emmmm.. kalau begitu mari kita sebut dengan kejahatan. Yups, Kejahatan Korupsi yang menyebabkan negara merugi sekian milyar, eh nggak hanya milyar ding, namun juga hingga triliyun. Naudzubillah semoga tidak bertambah lagi. Ckckckckckck #geleng-geleng kepala.
Alay atau “Anak Layangan” merupakan sebutan untuk anak kampung yang norak, item, kumal, ingusan dan rada o’on dan cenderung sukanya hanya seneng-seneng, hura-hura, nongkrong-nongkrong gak jelas dan lain sebagainya. Berdasarkan ciri-ciri tersebut barangkali saya termasuk di dalamnya. Kalau anak alay berkhayal menjadi keteua KPK gimana ya?
Emmmm.... Banyak hal-hal unik yang ingin aku realisasikan jika benar-benar menjadi ketua KPK.
Memberdayakan pengguna sosial media.
Kaum facebooker dan Twiteres di Indonesia banyak pake banget. Nah, daripada mereka Cuma update status nggak jelas, maka berdayakan aja mereka sebagai mata-mata pejabat. Supaya mereka pikir dua kali kalo mau korupsi karena yang ngawasin banyak.
Dandanin Koruptor dengan Gaya Alay
Hahahahaha, rada konyol sie namun saya pikir ini salah satu hukuman jitu untuk membuat pelaku korupsi jera. Ok, begini selain hars menanggung hukuman sebagaimana mestinya mereka diwajibkan tiap minggu melakukan kegiatan bersih-bersih di tempat umum dengan dandanan alay. Dengan begitu mereka bakalan kapok nglakuin korupsi.
Trus apa lagi ya? Oh iya sampai lupa, harta hasil korupsi harus dikembalikan ke Negara 100% nggak boleh kurang. Sukur-sukur ditambahi bunga 50% sebagai hukumannya.
Yups itulh khayalan saya sore ini. Kalau nggak masuk akal mohon maaf. Yah namanya juga berkhayal. Suka-suka saya dong. Hohohoho : )

1 komentar: