Kamis, 04 Oktober 2012

Saya Belum Beruntung


Masih ingat media yang aku ceritain semalem? yang belum jadi itu, yang aku ngerjainnya sampai ketiduran itu, yang bikin berantakan kamarku itu dan.... dan... dan... yang sampai ibu marah-marah gara-gara malam-malam masih berisik aja. Hohoho, karena belum jadi aku ke rencana B. guru yang baik selalu punya rencana cadangan. Aku bikin power point aja materi itu. Itu artinya aku begadang lagi. Hehehehehe jangan heran kalau hari ini aku ke sekolahan dengan mata kantuk.

Sampai di sekolah pukul 6.45 WIB, mepet banget. Sepagi itu aku datang namun harus menunggu sampai pukul 14.15 baru masuk kelas. Ya, aku lelah, lelah menunggu sampai tertidur di ruangan :P #garuk-garuk kepala

Aku yang nggak ngapa-ngapain aja capek luar biasa menunggu jam pelajaran, apalagi kelas yang akan ku ajar. Yakinlah mereka pasti lebih lelah dari pada aku. Dari jam pertama sudah dipaksa untuk menrima pelajaran dan sore ini tinggal ampasnya doang kalau kata Bu Tika gumongku. Melihatku saja rasanya udah nggak berselera hemmmm.. Terlihat mata mereka berteriak “Ibu tolong pulangkan kami lebih awal. Tolong, ibu tolong!!!” dan sorot mataku membalas “Nak, sebetulnya ibu juga nggak tega mengajar kalian jam segini, ibu tahu kalian capek tak berselera belajar namun mau gimana lagi. Sabar aja ya”. Barang kali kata-kata “Sabar aja” lebih cocok untuk aku sendiri, sabar aja ya, Ken menghadapi mereka.


Rencana B mau aku lancarkan ternyata sarana dan prasarana tidak memadahi. Senyum yang aku harapkan bisa menyemangatikupun tidak terlihat sama sekali. Lalu dari mana motivasi aku dapatkan. Bad mood duluan deh. Harusnya nggak boleh gitu, bagaimanapun keadaannya harusnya aku harus bisa mengelola kelas dengan baik, namun mau bagaimana lagi kondisinya seperti ini.

Huft,......

Sedikit cerita tentang kelas ini, sejujurnya awal-awalnya aku bisa akrab dengan mereka setiap pelajaran juga lumayan interaktif. Namun semenjak jadwal berubah, berubahlah semua. Aku belum berhasil mengelola kelas ini dengan baik. Seandainya pertemuan sore tadi menjadi ujian kemungkinan aku harus mengulang PPL tahun depan, karena aku rasa aku gagal disini. #nangis
Berbagai cara aku lakukan untuk mengubah semua itu, namun rasanya aku terlalu mudah terbawa suasana dan akhirnya badmood sendiri. Dan....? pembalajaran tidak maksimal. Masih ada kesempatan satu kali lagi minggu depan untuk memperbaiki semuanya. Semangat ya Nikken!!!

Ternyata untuk menjadi guru yang baik nggak hanya harus punya rencana cadangan, namun juga harus punya strategi jitu untuk menghadapi siswa dalam kondisi terburuk sekalipun.

Ok, aku udah sadar banyak kekurangan dalam diriku ketika mengajar. Sekarang boleh nggak aku ngeluarin unek-unek? Ya boleh lah, blog juga punyaku sendiri terserah mau nulis apa aja.
Sebenere aku lelah banget hari ini. Semalaman begadang ditemeni adikku dan sampai dimarahi ibuku gara-gara berisik, semua itu untuk apa? untuk nyiapin media pembelajaran. Aku udah bertekad bulat aku harus bisa membuat mereka senyum besok. Karena senyum mereka obat lelahku.

Namun apa? aku masuk kelas, pada cemberut, seakan berkata “hemmm bu, pulang aja hyuk” jujur seperti aku bikin aku drop. Kalau boleh aku marah saat itu aku bakal marah. Kalau diizinkan menahan mereka lebih lama sebagai hukuman akan aku lakukan. Tapi apa? aku berusaha tenang, berusaha menahan amarah, dan berusaha kompromi dengan keadaan. Tetap tersenyum, meskipun senyumku itu, senyum yang dipaksakan.
Kembali lagi ke awal. Yah, kalian tak dapat disalahkan, situasi juga tak mungkin dikampbing hitamkan. Lalu? Iya aku yang kurang bisa mengelola kelas. Pelajaran yang berharga hari ini.

Nikken Derek Saputri, 21 tahun, Siap belajar lebih giat!!!


2 komentar: