Masih ingat media yang aku ceritain semalem? yang
belum jadi itu, yang aku ngerjainnya sampai ketiduran itu, yang bikin
berantakan kamarku itu dan.... dan... dan... yang sampai ibu marah-marah
gara-gara malam-malam masih
berisik aja. Hohoho, karena belum jadi aku ke rencana B. guru yang baik selalu
punya rencana cadangan. Aku bikin power point aja materi itu. Itu artinya aku
begadang lagi. Hehehehehe jangan heran kalau hari ini aku ke sekolahan dengan
mata kantuk.
Sampai di sekolah pukul 6.45 WIB, mepet banget.
Sepagi itu aku datang namun harus
menunggu sampai pukul 14.15 baru masuk kelas. Ya, aku lelah, lelah menunggu
sampai tertidur di ruangan :P #garuk-garuk kepala
Aku
yang nggak ngapa-ngapain aja capek luar biasa menunggu jam pelajaran, apalagi
kelas yang akan ku ajar. Yakinlah mereka pasti lebih lelah dari pada aku. Dari
jam pertama sudah dipaksa untuk menrima pelajaran dan sore ini tinggal ampasnya
doang kalau kata Bu Tika gumongku. Melihatku saja rasanya udah nggak berselera
hemmmm.. Terlihat mata mereka berteriak “Ibu tolong pulangkan kami lebih awal. Tolong,
ibu tolong!!!” dan sorot mataku membalas “Nak, sebetulnya ibu juga nggak tega
mengajar kalian jam segini, ibu tahu kalian capek tak berselera belajar namun
mau gimana lagi. Sabar aja ya”. Barang kali kata-kata “Sabar aja” lebih cocok
untuk aku sendiri, sabar aja ya, Ken menghadapi mereka.
Rencana
B mau aku lancarkan ternyata sarana dan prasarana tidak memadahi. Senyum yang
aku harapkan bisa menyemangatikupun tidak terlihat sama sekali. Lalu dari mana
motivasi aku dapatkan. Bad mood duluan deh. Harusnya nggak boleh gitu,
bagaimanapun keadaannya harusnya aku harus bisa mengelola kelas dengan baik,
namun mau bagaimana lagi kondisinya seperti ini.
Huft,......
Sedikit
cerita tentang kelas ini, sejujurnya awal-awalnya aku bisa akrab dengan mereka
setiap pelajaran juga lumayan interaktif. Namun semenjak jadwal berubah,
berubahlah semua. Aku belum berhasil mengelola kelas ini dengan baik. Seandainya
pertemuan sore tadi menjadi ujian kemungkinan aku harus mengulang PPL tahun
depan, karena aku rasa aku gagal disini. #nangis
Berbagai
cara aku lakukan untuk mengubah semua itu, namun rasanya aku terlalu mudah
terbawa suasana dan akhirnya badmood sendiri. Dan....? pembalajaran tidak
maksimal. Masih ada kesempatan satu kali lagi minggu depan untuk memperbaiki
semuanya. Semangat ya Nikken!!!
Ternyata
untuk menjadi guru yang baik nggak hanya harus punya rencana cadangan, namun
juga harus punya strategi jitu untuk menghadapi siswa dalam kondisi terburuk
sekalipun.
Ok,
aku udah sadar banyak kekurangan dalam diriku ketika mengajar. Sekarang boleh
nggak aku ngeluarin unek-unek? Ya boleh lah, blog juga punyaku sendiri terserah
mau nulis apa aja.
Sebenere
aku lelah banget hari ini. Semalaman begadang ditemeni adikku dan sampai
dimarahi ibuku gara-gara berisik, semua itu untuk apa? untuk nyiapin media
pembelajaran. Aku udah bertekad bulat aku harus bisa membuat mereka senyum
besok. Karena senyum mereka obat lelahku.
Namun apa?
aku masuk kelas, pada cemberut, seakan berkata “hemmm bu, pulang aja hyuk”
jujur seperti aku bikin aku drop. Kalau boleh aku marah saat itu aku bakal
marah. Kalau diizinkan menahan mereka lebih lama sebagai hukuman akan aku
lakukan. Tapi apa? aku berusaha tenang, berusaha menahan amarah, dan berusaha
kompromi dengan keadaan. Tetap tersenyum, meskipun senyumku itu, senyum yang
dipaksakan.
Kembali
lagi ke awal. Yah, kalian tak dapat disalahkan, situasi juga tak mungkin
dikampbing hitamkan. Lalu? Iya aku yang kurang bisa mengelola kelas. Pelajaran yang
berharga hari ini.
Nikken
Derek Saputri, 21 tahun, Siap belajar lebih giat!!!








latarnya bagus, foto dmn tuh???
BalasHapusDi Bali, Om
BalasHapus