K-P-K, Komisi Pemberantasan Korupsi adalah suatu lembaga yang tercipta atas
dasar keprihatinan merajarelanya budaya korupsi. Barang kali terdengar lebay
karena menyebutnya sebagai budaya. Sayapun juga nggak suka menyebutnya budaya.
Emmmm.. kalau begitu mari kita sebut dengan kejahatan. Yups, Kejahatan Korupsi
yang menyebabkan negara merugi sekian milyar, eh nggak hanya milyar ding, namun
juga hingga triliyun. Naudzubillah semoga tidak bertambah lagi. Ckckckckckck
#geleng-geleng kepala.
Alay atau “Anak Layangan” merupakan sebutan untuk anak kampung yang norak, item,
kumal, ingusan dan rada o’on dan cenderung sukanya hanya seneng-seneng,
hura-hura, nongkrong-nongkrong gak jelas dan lain sebagainya. Berdasarkan
ciri-ciri tersebut barangkali saya termasuk di dalamnya. Kalau anak alay
berkhayal menjadi keteua KPK gimana ya?
Emmmm.... Banyak hal-hal unik yang ingin aku realisasikan jika benar-benar
menjadi ketua KPK.
Memberdayakan pengguna sosial media.
Kaum facebooker dan Twiteres di Indonesia banyak pake banget. Nah, daripada
mereka Cuma update status nggak jelas, maka berdayakan aja mereka sebagai
mata-mata pejabat. Supaya mereka pikir dua kali kalo mau korupsi karena yang
ngawasin banyak.
Dandanin Koruptor dengan Gaya Alay
Hahahahaha, rada konyol sie namun saya pikir ini salah satu hukuman jitu
untuk membuat pelaku korupsi jera. Ok, begini selain hars menanggung hukuman
sebagaimana mestinya mereka diwajibkan tiap minggu melakukan kegiatan bersih-bersih
di tempat umum dengan dandanan alay. Dengan begitu mereka bakalan kapok
nglakuin korupsi.
Trus apa lagi ya? Oh iya sampai lupa, harta hasil korupsi harus
dikembalikan ke Negara 100% nggak boleh kurang. Sukur-sukur ditambahi bunga 50%
sebagai hukumannya.
Yups itulh khayalan saya sore ini. Kalau nggak masuk akal mohon maaf. Yah
namanya juga berkhayal. Suka-suka saya dong. Hohohoho : )








terimakasih . . .
BalasHapus