Kamis, 14 Februari 2013

Semangat dari Sekotak Nasi

Ternyata begini rasanya menadi mahasiswa tingkat akhir. Berkutat dengan tugas akhir. SKRIPSI. Kalau sudah mulai mengerjakan mungkin ceritanya lain. Tapi ini cerita tentang perjuanganku mengajukan judul. Tiap hari ke kampus dengan harapan akan bertemu dengan dosen yang bersedia menandatangi kartu kendali bimbinganku. Beruntung jika bertemu bisa konsultasi, dan enjadi suatu angrah jika langsung acc. Kadang aku harus nunggu seharian dan pulang tanpa hasil. kadang setelah nunggu seharian bisa bertemu, tapi topik ditolak. Hemmm...

Berat memang harus bolak-balik ke kampus tanpa hasil yang jelas. Capek pastinya, tiap malam pundakku slalu sakit. kepala pusing. Dan lain sebagainya. Tapi aku harus tetap berjuang, demi masa depan dan demi orang tuaku.

Ada satu hal yang membuatku semangat tiap hari. Yaitu, Bekal nasi yang disiapkan ibu untukku tiap hari. Ya, meskipun sederhana itu sudah lebih dari cukup untuk menggenjot semangatku sampai full. kadang aku takut untuk menemui dosen, namun ketika aku lihat kotak nasi ku, aku ingat ada ibu di rumah yang slalu mendoakan kelulusanku.

Makasih ibu....

0 komentar:

Posting Komentar