Calon Penulis dan Penulis

“….nanti pulang dari sini kalo Nikken nulis pasti tulisannya jelek, gue jamin itu. Lalu kapan tulisannya bakal bagus? Kalau dia mau memperbaiki yang kurang bagus, mengedit yang kurang sesuai sehingga menjadi tulisan yang bagus….-RD”

Semangat Berani

"Lebih baik salah dari pada selamanya tidak tahu salah atau benar" -Jomblo

My Inpiration

"Imagine all the wonderful things that will never happen if you do not do them" -Up

Nikken Derek Saputri dan Derek Samtidar

"Akhir sebuah perjalanan merupakan awal dari perjalanan baru" -Wisuda Unnes Periode II tahun 2013

Bersama berbagi tawa canda

"Sahabat adalah keluarga yang kita pilih sendiri"

Rabu, 23 Mei 2012

Ketupat Bikin Mati Gaya

Jalinan janur berbentuk segi empat sering kita sebut dengan ketupat. Seluruh warga Indonesia sepertinya tidak ada yang tidak kenal sama ketupat. Dalam setiap perayaan hari besar keagamaan. Pernah nggak sih kamu mencoba membuat ketupat? Aku percaya beberapa dari kamu sudah ada yang jago membuatnya dan beberapa sisanya barangkali hanya tahu jadinya aja –hehehe, kaya aku-

Memang nggak bisa dibilang mudah sih membuat keupat itu. Perlu kejelian dan ketelitian supaya dapat menjalin dua utas janur menjadi sebuah ketupat. Nggak kebayang, dulu nenek moyang kita kok bisa-bisanya kepikiran buat ketupat ya??? Hemmmm.....

Ceritanya begini...
Tiba-tiba datang dua orang cowok sangar ke kosku. Yang satu berpostur sedang, kulit putih dan brewokan, satunya lagi badannya agak tambun kulit sawo matang. Ada apa gerangan tiba-tiba mereka mencariku sampai dikos?

Dan ternyata, mereka minta diajari untuk membuat ketupat. Untuk tugas kuliah katanya. Dalam hati aku berpikir, ada-ada aja tu dosen ngasih tugas kok bikin ketupat. Hemmmmm....

Kemudian aku tunjukkan keahlianku kepada mereka –aroma sombong mulai semrebak hehehe- dua utas pita berbeda warna aku saling silangkan. Mereka berdua memperhatikan dengan teliti bagaiman tanganku dengan lincah menarik dan mengulur pita, sampai pada akhirnya jadilah sebuah ketupat. Yeeee!!!!! Jadi satu. Hahahahahah!!!! –ketawa sombong-

Tapi untuk yang kedua kalinya, ketika aku akan mengulangi kesuksesanku tiba-tiba tanganku terhenti. Aku bingung bagaimana cara menyelesaikan anyaman pita ditanganku. Berulang kali aku coba namun belum kutemukan jalannya. Mati gaya menjangkiti jiwa. Aku bingungharus bagaimana. Mereka yang sedari tadi memperhatikan ikut-ikutan bingung. Cara mereka memandang seakan meragukan eksitensiku. Tak mau lama-lama mati gaya di depan mereka akhirnya aku berusaha kembali. Sekuat tenaga aku berpikir, aku berspekulasi, dan aku mencoba namun hasilnya ruwet.

Senyum getir tersimpul dibibir. Tanda aku menyerah dengan keadaan....
Satu hal yang tak habis pikir. Bagaimana mungkin yang tadinya aku lancar membuat ketupat setelah dicoba untuk kedua kalinya malah aku gagal???
Wahhhhh...... kurang kredibel ini...
Hemmmm.. maaf teman anda belum beruntung, coba lagi besok. Setidaknya kalian sudah mendapat satu yang sudah jadi.


_nicken.derek_
23 Mei 2012 @ Kos-kosan

"Maaf" Tak Hanya Sekadar Lips Service

gambar koleksi pribadi
MARAH
Pasti semua orang pernah mengalaminya. Pernahkah ketika kita marah kemudian keita berpikir tak akan memberi maaf sampai kapanpun? jika iya, berarti kita sadar dan normal. Marah merupakan sebuah anugrah dari Tuhan supaya manusia belajar tentang maaf dan memaafkan.

"Maaf, ada yang bisa saya bantu?"
"Sory bro, gue lupa jemput elo!"
"Maaf aku udah nyakitin kamu...."

Berbagai model kalimat maaf di atas sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan kita sendiripun sering menggunakannya. Keseringan semacam ini semakin membuat kabur makna maaf itu sendiri. Berkali-kali kita ucapkan maaf, maaf, maaf dan maaf tanpa mengetahui makna dan esensinya. Maaf bukan hanya sekadar layanan di bibir saja, setelah terucapkan seketika itu dilupakan. Maaf memang kata sederhana yang ringan untuk diucapkan. Begitu ringannya sampai terkadang kita mengabaikan maksudnya. Ringan diucapkan bukan berarti ringan untuk dilakukan.

Sebuah film yang mengajarkan makna sebuah kata maaf. A Moment to Remember, dari sana kita belajar tentang dalamnya makna maaf. Maaf merupakan pemberian ruang atau tempat pada rasa benci yang ada di dalam hati kita. Jadi, memberi maaf merupakan sebuah keikhlasan hati untuk memberikan ruang yang walaupun kecil untuk rasa benci yang ada di dalam hati kita menerimanya. Dan ketika ruang benci ini sudah ditempati “sedikit” maaf, maka tak mustahil hal ini akan merambah dan bertambah luas mengikis tapal batas benci yang ada di dalam hati kita. Sehingga kemudian, ketika ini sudah terjadi maka hati kita tak mustahil bisa kembali bersih dan kembali normal seperti biasa.

Memberi maaf kepada seseorang ketika rasa benci masih tersimpan di hati merupakan hal yang sukar dilakukan. Tidak semudah ketika mengedipkan mata. Tidak semudah ketika menyetater mobil baru. Namun meskipun demikian bukannya tidak mungkin untuk dilakukan. Ketika kita sudah bisa memberi maaf maka hakikatnya merupakan langkah bijak yang mampu membuat tembok China runtuh atau candi Borobodur terangkat. Maksudnya, ketika kita sudah bisa memberi tempat pada hati kita pada orang yang kita benci maka sesungguhnya kita sudah bisa merobohkan tembok China keegoisan kita atau mengangkat candi Borobudur emosi dari dalam hati kita.

Adakalanya maaf menjadi tak berarti ketika tidak disertai dengan perubahan sikap. Percuma jika kita minta maaf namun kesalahan yang sama tetap kita lakkan. Maaf merupakan salah satu media evaluasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik bukan malah menjadi pribadi yang hobi minta maaf dan selalu mengulangi kesalahan yang sama. Ketika suatu kesalahan sudah termaafkan yang selanjutnya adalah kesempatan untuk memperbaikinya. Gunakanlah kesempatan itu untuk berbuat sebaik-baiknya karena kesempatan belum tentu datang untuk keduakalinya.

Minggu, 20 Mei 2012

Pentingnya menjaga perasaan



Luka di badan bisa terlihat. Luka di hati siapa yang tahu?

Dalam keseharian, mau tidak mau kita akan selalu berinteraksi dengan orang lain. Sejatinya memang manusia tercipta sebagai makhluk sosial jadi ia tidak bisa melangsungkan hidup tanpa bantuan dari manusia lain. Oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk menjalin hubungan yang harmonis antar sesame manusia. Mulai dari keluarga, teman, sahabat, pokoknya orang-orang yang ada disekitar kita.

Pernah mendengar pribahasa “Mulutmu, Harimaumu”?
Tidak asing kan? Yups,. Karena pribahasa ini pernah dipakai iklan salah satu provider terkemuka sehingga kata-kata tersebut rasanya sudah sering terdengar.

Kira-kira udah tahu maksud dari pribahasa di atas??? Hehehehe, ini memang bukan pelajaran Bahasa Indonesia. So, nggak usah terlalu detail dalam mengejawantahkan. Cukup tahu maksudnya saja dan mengplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Simple kan??
Pada intinya, pribahasa ini memberi pelajaran untuk kita supaya dapat menjaga perkataannya sendiri. Karena bisa saja kata-kata itu juga yang aka menerkam diri kita bagaikan harimau yang kelaparan....
Nggak percaya???
Coba aja..

Kamis, 03 Mei 2012

Putus tanpa pacaran

Kenapa setelah sejauh ini, setelah sedalam ini dan setelah selama ini kamu baru bilang “ga bisa meneruskan”?
……………… kenapa?

Alasan “karena tak ingin menyakitiku, tak ingin membuatku menangis, tak ingin aku bersedih” selalu itu saja yang keluar. Taukah kamu justru alasan-alasan itulah yang semakin membuatku sakit, membuatku menangis, membuatku bersedih. Ketika aku bertanya apakah karena ada orang lain? Kau tegas menjawab TIDAK. Lalu apa???

Lelah memang menjalani hubungan seperti. Sempat putus asa sebetulnya. Apalagi ketika kamu menyebutkan nama perempuan dalam obrolan kita. Tahukah kamu kalau aku sangat cemburu? Aku sempat menangis saat itu. Kau anggap aku apa? Terpikir juga ingin menghilang dari kehidupanmu. Ya karena aku begitu lelah menunggu kepastian darimu.
Tepatnya aku lupa. Mungkin setahun yang lalu kau menyampaikan perasaanmu terhadapku. Pernahkah kau membayangkan begitu bahagianya aku mengetahui hal itu. Akhirnya orang yang aku suka selama ini menyimpan perasaan yang sama. Namun ketika kedua belah pihak memiliki perasaan yang sama kenapa tidak bisa dilanjutkan? Kembali lagi kamu beralasan tak ingin menyakitiku, tak ingin membuatku menangis, tak ingin membuatku bersedih. Aaaaghhhttt!!!!!!! Klise sekali.

Sampai kamu bilang “komitmen”, iya…. Komitmen untuk tidak pacaran. Entah kamu membuat komitmen itu dengan siapa. Sebagai seorang perempuan biasa tak mungkin aku memaksakan keinginanku sendiri. Baiklah akan aku ikuti alurnya dan tak terasa sudah setahun lebih aku turut mengalir.

Dalam perjalanannya tidak aku pungkiri, ada orang lain yang lebih berani mengajakku membuat komitmen bersamaku. terus terang aku mengiyakan lantaran aku sudah lelah menunggu dirimu. Tapi sebetulnya hati ini slalu ada untuk kamu. Saat itu aku sangat merasa bersalah berpaling darimu, namun disamping itu aku juga merasa jengkel kenapa kamu masih seperti itu. Penyesalan semakin menjadi ketika aku putus dengan pacarku. Seharusnya aku tidak menerimanya dulu dan tetap setia menunggumu. Sungguh aku begitu menyesal.

Aku mulai kebingungan ketika tahu ternyata yang kau panggil dengan sebutan “nok” tidak hanya aku. Beberapa perempuan –barang kali- kau panggil dengan sebutan yang sama. Makanya saat itu aku sempat membuat status “Menawa ana wong liya sing parabane padha karo aku”.

Cemburukah aku??
IYA!!!!

Kadang aku berpikir lebih baik aku tidak tahu bahkan jangan sampai aku tahu. Karena rasanya sakit, benar-benar sakit. Apalagi ketika kau bertanya pendapatku jika kamu bersama cewek itu. aku marah saat itu. sungguh. Pernah membayangkan nggak betapa sakitnya saat itu.


Kekecewaan adalah kekuatan yang seharusnya membuatmu lebih tegas untuk tidak dikecewakan lagi
-Mario Teguh
Kata bijak itu yang seharusnya turuti supaya bisa kembali seperti semula. Dan benar aku mencoba melakukannya. Namun ketika kau muncul kembali, jujur ketegasanku goyah dan akhirnya aku ikuti arus itu lagi. Samapi pada akhirnya kau mengatakan tidak bisa meneruskan….. dan aku kecewa (lagi).
Aku bisa berbuat apa????

Dulu, aku merasa yakin ketika kamu bilang “sama-sama mendo’kan supaya bisa menjaga hati dan yakin bahwa akhirnya bisa bersama” kalimat itulah yang mendasariku aku mau menunggu. Tapi sekarang, apa???
Sudahlah, mungkin memang benar kamu tidak ingin menyakitiku, tidak ingin membuatku menangis, tidak ingin membuatku bersedih. Yang bisa aku sampaikan hanyalah terimakasih njenengan sudah beritikad baik ingin menjaga prasaan saya dan terimakasih juga atas perhatiannya selama ini.
Mungkin inilah yang disebut putus tanpa pacaran.


Hal paling kejam yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta sementara kita tidak berniat untuk menangkapnya.

Rabu, 02 Mei 2012

Temu Pramuka Pandega se-Jawa Tengah


“Saya tidak peduli, entah itu masih Penegak ataupun sudah Pandega yang penting anak Pramuka.”
Pendapat tersebut dikemukakan oleh Ita perwakilan Dewan Kerja Cabang (DKC) Wonogiri ditengah-tengah diskusi batasan usia Pandega. Sontak pendapat tersebut disambut dengan tepuk tangan dari peserta yang lain.
Temu Pandega Daerah 11 Jawa Tengah berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 13-15 April 2012 bertempat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Candra Birawa, Karanggeneng, Kota Semarang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Tengah. Ketua Panitia, Ratih, dalam sambutannya menyampaikan tujuan dari diselenggarakan Temu Pandega adalah menyamakan visi Pramuka Pandega se-Jawa Tengah supaya dapat bersinergi guna mewujudkan tujuan Gerakan Pramuka.
Kegiatan yang diikuti oleh 96 Pramuka Pandega perwakilan dari DKC dan Pramuka dari Perguruan Tinggi (Perti) se-Jawa Tengah ini menghasilkan 5 kesepakatan, yaitu berkenaan dengan pola pembinaan Pramuka Pandega, pencapaian Syarat Kecakapan Umum (SKU), rintisan satuan Ambalan di Gugus Depan Perti, struktur organisasi, dan masa bakti dewan Pandega.