Rabu, 23 Mei 2012

"Maaf" Tak Hanya Sekadar Lips Service

gambar koleksi pribadi
MARAH
Pasti semua orang pernah mengalaminya. Pernahkah ketika kita marah kemudian keita berpikir tak akan memberi maaf sampai kapanpun? jika iya, berarti kita sadar dan normal. Marah merupakan sebuah anugrah dari Tuhan supaya manusia belajar tentang maaf dan memaafkan.

"Maaf, ada yang bisa saya bantu?"
"Sory bro, gue lupa jemput elo!"
"Maaf aku udah nyakitin kamu...."

Berbagai model kalimat maaf di atas sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan kita sendiripun sering menggunakannya. Keseringan semacam ini semakin membuat kabur makna maaf itu sendiri. Berkali-kali kita ucapkan maaf, maaf, maaf dan maaf tanpa mengetahui makna dan esensinya. Maaf bukan hanya sekadar layanan di bibir saja, setelah terucapkan seketika itu dilupakan. Maaf memang kata sederhana yang ringan untuk diucapkan. Begitu ringannya sampai terkadang kita mengabaikan maksudnya. Ringan diucapkan bukan berarti ringan untuk dilakukan.

Sebuah film yang mengajarkan makna sebuah kata maaf. A Moment to Remember, dari sana kita belajar tentang dalamnya makna maaf. Maaf merupakan pemberian ruang atau tempat pada rasa benci yang ada di dalam hati kita. Jadi, memberi maaf merupakan sebuah keikhlasan hati untuk memberikan ruang yang walaupun kecil untuk rasa benci yang ada di dalam hati kita menerimanya. Dan ketika ruang benci ini sudah ditempati “sedikit” maaf, maka tak mustahil hal ini akan merambah dan bertambah luas mengikis tapal batas benci yang ada di dalam hati kita. Sehingga kemudian, ketika ini sudah terjadi maka hati kita tak mustahil bisa kembali bersih dan kembali normal seperti biasa.

Memberi maaf kepada seseorang ketika rasa benci masih tersimpan di hati merupakan hal yang sukar dilakukan. Tidak semudah ketika mengedipkan mata. Tidak semudah ketika menyetater mobil baru. Namun meskipun demikian bukannya tidak mungkin untuk dilakukan. Ketika kita sudah bisa memberi maaf maka hakikatnya merupakan langkah bijak yang mampu membuat tembok China runtuh atau candi Borobodur terangkat. Maksudnya, ketika kita sudah bisa memberi tempat pada hati kita pada orang yang kita benci maka sesungguhnya kita sudah bisa merobohkan tembok China keegoisan kita atau mengangkat candi Borobudur emosi dari dalam hati kita.

Adakalanya maaf menjadi tak berarti ketika tidak disertai dengan perubahan sikap. Percuma jika kita minta maaf namun kesalahan yang sama tetap kita lakkan. Maaf merupakan salah satu media evaluasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik bukan malah menjadi pribadi yang hobi minta maaf dan selalu mengulangi kesalahan yang sama. Ketika suatu kesalahan sudah termaafkan yang selanjutnya adalah kesempatan untuk memperbaikinya. Gunakanlah kesempatan itu untuk berbuat sebaik-baiknya karena kesempatan belum tentu datang untuk keduakalinya.

0 komentar:

Posting Komentar