![]() |
| gambar koleksi pribadi |
MARAH
Pasti semua orang pernah mengalaminya. Pernahkah
ketika kita marah kemudian keita berpikir tak akan memberi maaf sampai
kapanpun? jika iya, berarti kita sadar dan normal. Marah merupakan sebuah
anugrah dari Tuhan supaya manusia belajar tentang maaf dan memaafkan.
"Maaf, ada yang bisa saya bantu?"
"Sory bro, gue lupa jemput elo!"
"Maaf aku udah nyakitin kamu...."
Berbagai model kalimat maaf di atas sering kita
dengar dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan kita sendiripun sering
menggunakannya. Keseringan semacam ini semakin membuat kabur makna maaf itu
sendiri. Berkali-kali kita ucapkan maaf, maaf, maaf dan maaf tanpa mengetahui
makna dan esensinya. Maaf
bukan hanya sekadar layanan di bibir saja, setelah
terucapkan seketika itu dilupakan. Maaf memang kata sederhana yang ringan untuk diucapkan. Begitu
ringannya sampai terkadang kita mengabaikan maksudnya. Ringan diucapkan bukan
berarti ringan untuk dilakukan.
Sebuah film yang mengajarkan makna sebuah kata maaf. A Moment to Remember, dari sana kita belajar tentang dalamnya makna maaf. Maaf merupakan pemberian ruang atau tempat pada rasa benci yang ada di dalam hati kita. Jadi, memberi maaf merupakan sebuah keikhlasan hati untuk memberikan ruang yang walaupun kecil untuk rasa benci yang ada di dalam hati kita menerimanya. Dan ketika ruang benci ini sudah ditempati “sedikit” maaf, maka tak mustahil hal ini akan merambah dan bertambah luas mengikis tapal batas benci yang ada di dalam hati kita. Sehingga kemudian, ketika ini sudah terjadi maka hati kita tak mustahil bisa kembali bersih dan kembali normal seperti biasa.
Memberi maaf kepada seseorang ketika rasa benci masih tersimpan di hati
merupakan hal yang sukar dilakukan. Tidak semudah ketika mengedipkan mata.
Tidak semudah ketika menyetater mobil baru. Namun meskipun demikian bukannya
tidak mungkin untuk dilakukan. Ketika kita sudah bisa memberi maaf maka hakikatnya
merupakan langkah bijak yang mampu membuat tembok China runtuh atau candi
Borobodur terangkat. Maksudnya, ketika kita sudah bisa memberi tempat pada hati
kita pada orang yang kita benci maka sesungguhnya kita sudah bisa merobohkan
tembok China keegoisan kita atau mengangkat candi Borobudur emosi dari dalam
hati kita.
Adakalanya
maaf menjadi tak berarti ketika tidak disertai dengan perubahan sikap. Percuma jika kita minta maaf namun kesalahan yang sama tetap kita lakkan. Maaf
merupakan salah satu media evaluasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik
bukan malah menjadi pribadi yang hobi minta maaf dan selalu mengulangi
kesalahan yang sama. Ketika suatu kesalahan sudah termaafkan yang selanjutnya
adalah kesempatan untuk memperbaikinya. Gunakanlah kesempatan itu untuk berbuat
sebaik-baiknya karena kesempatan belum tentu datang untuk keduakalinya.









0 komentar:
Posting Komentar