Calon Penulis dan Penulis

“….nanti pulang dari sini kalo Nikken nulis pasti tulisannya jelek, gue jamin itu. Lalu kapan tulisannya bakal bagus? Kalau dia mau memperbaiki yang kurang bagus, mengedit yang kurang sesuai sehingga menjadi tulisan yang bagus….-RD”

Semangat Berani

"Lebih baik salah dari pada selamanya tidak tahu salah atau benar" -Jomblo

My Inpiration

"Imagine all the wonderful things that will never happen if you do not do them" -Up

Nikken Derek Saputri dan Derek Samtidar

"Akhir sebuah perjalanan merupakan awal dari perjalanan baru" -Wisuda Unnes Periode II tahun 2013

Bersama berbagi tawa canda

"Sahabat adalah keluarga yang kita pilih sendiri"

Kamis, 28 Juni 2012

Sampai Kapanpun Kamu tetap Sahabatku


Kaku bagaikan kayu
Dingin bagaikan lapisan es abadi
Sepi seperti sendiri di hutan...


Kondisi yang menurutku berkebalikan dari beberapa bulan yang lalu sebelum semua terjadi. Terjadi? Memang apa yang terjadi? Adakah masalah di antara kita? Apakah aku melakukan hal yang salah?

Aku lebih memilih banyak diam memang, karena memang tak ada yang harus aku katakan. Dalam diamku aku menunggu, menunggumu bicara. Bukan hal basa-basi yang aku harap namun.... kelanjutan yang kemarin. Bukankah itu alasan kita bertemu kembali sore ini?

Sahabatku, tahukah kamu kalau aku merindukan kebersamaan kita seperti dulu. Susah, senang kita lalui bersama. Masih ingat ketika kita makan nasi rames dua untuk bertiga? Masih ingat kebiasaan kita, saat mengikuti kegiatan supaya dapat makan gratis untuk beberapa hari? Masih ingat tentang hari Rabu curhat? Masih ingat saat kau sesak nafas karena tidur bertiga? Masih ingat.... masih ingat...???

Senin, 25 Juni 2012

Lama Tak Bersua

Kangen rasanya tak menyurahkan segala yang ada dalam kepala di blog ini. Barang kali jika blog ini bisa marah ia akan marah, karena beberapa minggu tidak aku apeli. Heeeee...
Bukan karena malas atau kehabisan cerita kawan, jujur banyak sekali hal yang ingin aku ceritakan namun waktu yang tidak memberi kesempatan. Bukannya sok sibuk, tapi memang seminggu yang lalu baru ada kegiatan Nasional di Unnes dan diriku termasuk panitia di sana,... lalu, serbuan tugas membuatku tak berdaya ditambah lagi kuota modem juga habis. wal hasil sementara mandheg sejenak.

Tapi, sekarang sudah mulai produktif lagi kok...
so, tunggu aja kisah seru selanjutnya...
okokokok

Jumat, 08 Juni 2012

Bukan Keluhan

Ketika tugas dan kewajiban merobohkan pertahananku.


Siang itu, sebenarnya sudah tiga hari hidung ini meleleh, tenggorokan ini berat, dan badan ini terasa tak bergairah. Dalam sela-sela aktifitas selalu direpotkan dengan tisu untuk membersihkan lelehan dihidung. Suara semakin tercekat dan memerlukan usaha yang sedikit ekstra hanya sekadar ingin menjawab ya atau tidak. Untuk berdiri tegakpun rasanya sulit. Tak seperti biasaya yang selalu energik dan ceria. Hari ini, aku benar-benar tak kuasa beranjak dari tempat peraduan.

Ingin rasanya pulang ke rumah., namun apa? mengendarai motor unt pulang pun aku tak sanggup. Sebegitu jahatnyakah diriku, membiarkan ragaku sampai sedemikian kondisinya. Beberapa hari belakangan memang aku sering pulang larut malam, mungkin lebih tepatnya hampir pagi dan sampai di kos aku slalu mandi untuk menyegarkan kepala. Barangkali itulah yang menyebabkan pertahananku roboh.

Mengeluh? tidak, toh aku seperti ini memang karena tugas dan tanggung jawabku sekaligus bagian dari resiko atas segala keputusan yang aku ambil. Hanya saja aku kurang mahir dalam mengatur waktu termasuk waktu untuk istirahat...

Kamis, 31 Mei 2012

Jejak Kaki si-Pramuka


Banyak Pramuka “pergi” meninggalkan jejak. Sebagian mudah dibaca. Sebagian lagi penuh dengan misteri. Diantara para Pramuka mulai bosan. Sekian lama menjadi Pramuka masih saja ia bertanya “Untuk apa jadi Pramuka”

Terhenyak, tertegun dan sependapat. Rangkaian kata-kata di atas adalah potret Pramuka saat ini. Satu-persatu aktifis Pramuka gantung seragam. Entah apa alasannya. Sebagaian dari mereka jenuh, bosan dan muak barangkali dengan aktifitas Pramuka yang mereka anggap monoton. Namun tidak sedikit yang angkat kaki dari Pramuka karena kepentingan lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Pramuka bersifat suka rela. Tak ada paksaan untuk turut di dalamnya. Yah, meskipun tidak dipungkiri kebijakan sekolah pada jenjang ada yang “mewajibkan”. Sangat disayangkan, karena hal ini mengesankan Pramuka memaksa para siswa untuk berkegiatan di dalamnya. Padahal salah besar. Pramuka tidak pernah memaksa orang untuk turut di dalamnya. Jika tertarik ya silahkan bergabung, jika tidak ya tidak apa-apa. Terlepas dari pro kontra wajib tidaknya Pramuka, pastilah ada alasan-alasan yang melatarbelakangi kebijakan tersebut dikeluarkan dan, siapapun yang mencetuskannya pastilah memiliki maksud san tujuan yang baik tentunya.
Nah, kini saatnya kita membuka mata. Selama ini Pramuka masih dilihat sebagai kegiatan yang jadul, kuno, nggak keren dan cenderung monoton. Padahal sebenarnya Pramuka memiliki beraneka macam kegiatan yang menantang, menarik, sesuai dengan perkebangan zaman, dan yang nggak kalah pentingnya adalah bermanfaat bagi si Pramukanya sendiri maupun orang disekitarnya. Sifatnya yang universal membuat kita bisa berhubungan dengan Pramuka-Pramuka di belahan dunia lainnya. Apalagi dengan kecanggihan teknologi saat ini.
Di Indonesia sendiri Pramuka sudah terstruktur dengan sangat baik. Mulai dari yang paling dekat yaitu Gugus Depan, kemudian di tingkat kecamatan ada Kwartir ranting, Kabupaten/kota ada Kwartir Cabang, Propinsi Kwartir Daerah, dan di tingkat Nasional ada Kwartir Nasional yang semuanya saling bersinergi untuk mewujudkan tujuan Gerakan Pramuka.
Begitu banyak wadah yang bisa memfasilitasi Pramuka dalam berkegiatan. Kini saatnya Pramuka memanfaatkan itu semua untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang menarik dan dapat meningkatkan keterampilan serta menambah khasanah keilmuan bagi setiap anggota Pramuka dan tentunya membawa manfaat bagi masyarakat.

Rabu, 30 Mei 2012

2 Jam di Demak, 5 Menit di Rumah

foto rumah aku

Demak aku pulang!!!!
Itu jargon yang menggebu-gebu siang tadi. Hehehe aku ke Demak tadi siang. Dengan di antar seorang teman, ya sebut saja namanya “Set” –itu bukan tanda untuk diam ya, memang itu namanya- aku menuju tepat install laptop. Mungkin perlu diketahui, seminggu yang lalu Jono –nama netbookku- aku install ulang. Awalnya sih memang sudah tidak ada masalah lagi. Namun dua hari kemudian muncul keanehan. Tiba-tiba layar Jono menjadi hitam, gelap dan tidak dapat menampilkan gambar pada dekstop.

Siang-siang bertabur sinar matahari nan gemilang kami melaju menuju kota kelahiranku, Demak. Sengatan mentari, debu jalanan, asap kendaraan tak kami pedulikan hanya demi kesehatan si Jono. Lalulintas yang sedikit ramai mebuat perjalanan menjadi agak lama, sekaligus membuat patnerku ketakutan, ya namanya juga pantura saingan di jalan ya bis-bis gedhe, truk gandheng dan kawan-kawannya. Hahahha.... namun akhirnya kami sampai di tempat tujuan.

Di sana ku utarakan semua keluhan yang aku rasakan. Bak seperti dokter spesialis, mas-mas penjaga itu mengernyitkan alis. Mungkin masnya lsedang mendiagnosis penyakit apa yang menimpa Jono. Di bolak-balik si Jono, lalu dia diam sebentar seperti ada yang dipikirkan. Di lihat lagi, lalu diam lagi. Akupun bertanya-tanya dalam hati “Janjane kenapa ta mas? Separah itukah kerusakan netbook ku?”. Setelah beberapa saat akhirnya mas-mas itu bertanya padaku “Mbak, tombol powernya dimana?” hah!!! Jadi dari tadi mas itu nyari tombol power tow?? Ealah, tak kira mikir apa.

5 menit berlalu, belum ada hasil. Masnya masih semangat mengutak-utek Jono. 15 menit berjalan, masnya mulai garuk-garuk kepala. 30 menit kemudian, kami merasa lapar akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Jono dan mencari makan. Hahahahha... yups, tempat makan favorit jika berada di Demak adalah Sanggar Bakso. Karena disitulah tempat makan termurah. –ada beberapa kejadian disana, mungkin akan diceritakan di lain kesempatan-

Selesai makan, kami kembali ke tempat semula. Mencari tahu bagaimana keadaaan Jonoku tersayang. Dan ternyata Jono dinyatakan sehat kembali. Aku coba cek, ternyata seudah kembali seperti semula. Alhamdulillah. Dan alhamdulillah lagi ternyata aku nggak harus bayar untuk keluhan ini. Hehehhe.... asik.asik

Tak lupa, menyampaikan terimakasih kemudian kami berlalu dan menuju Semarang lagi. Eiiitttssss,. Tidak lupa mampir rumah dulu. Di luar dugaan rumahku benar-benar sepi. Ibu nggak ada, Ayah juga, kedua adikku apa lagi. hemmmm,. Kemana mereka???? Percuma dong pulang tapi nggak ketemu orang rumah. Di rumah kami hanya sholat dan kemudian melanjutkan perjalanan. Beruntung sebelum meninggalkan rumah ibuku datang. Sempet pamitan, meskipun hanya sekejap namun itu cukup mengobati kerinduanku ke ibu....