Sebenarnya ada nggak sie aturan dari universitas yang mengatur tidak memperbolehkan bunyi-bunyian keras pada jam-jam kuliah? jujur aku merasa kasihan dengan dosenku. Meskipun beliau sudah menggunakan microphone tapi tetap saja kalah banter dengan suara dari acara sebelah. Konsentrasi mahasiswapun buyar seketika.
Seandainya telinga kami punya filter yang bisa menyaring suara mana yang boleh menyentuh gendang telinga kami, pasti kami hanya mengizinkan suara merdu nan penuh dengan ilmu dari dosen kami. Tapi sayangnya kami tak punya alat seperti itu. Semua suara yang ada bebas menerobos telinga kami. Suara MC, suara music, genderang, suara tepuk tangan, teriakan termasuk juga suara dosen kami. Tapi sayang seribu sayang suara dosen kami tidak cukup kuat ntuk menandingi riuhnya acara lembaga mahasiswa dibelakang.








0 komentar:
Posting Komentar