Selasa, 08 November 2011

Sabtu, 5 November 2011



Sabtu, 5 November 2011. Penyakit yang tiga tahun tidak terdengar kabarnya, tiba-tiba datang tanpa permisi. Justru dia datang ketika aku jauh dari rumah. Ketika teman-teman kos sudah pada pulang ke kampong halaman (karena besoknya idul adha) dan ketika teman satu-satunya yang di kos juga sedang sakit.
Rasa sakit diperut yang sungguh tak tertahan itu membuatku hampir tak sadarkan diri. Berjalanpun aku tak mampu. Hanya bisa meracau “sakit, sakit , sakit”. Dengan dibopong oleh tetangga kontrakan aku dibawa ke mobil dan diantar ke sebuah klinik. Di sana aku ditemani oleh sahabatku, yang sebetulnya dia juga sakit.
Saat ku mulutku berkata “sudah tidak kuat” dia memeluku erat dan membisikkan “nikken kuat, nikken pasti kuat sebentar lagi nyampe”. Akupun sedikit tenak meskipun perutku semakin sakit.
Dokter dan suster yang ada di klinik tak mampu berbuat banyak. Infuse memang telah dipasang, obat penghilang rasa sakit sudah tiga kali disuntikkan namun hasilnya nihil. Seluruh isi perut rasanya sudah aku keluarkan sejak pagi. Terhitung aku muntah sudah lima kali. Ayahku datang bersama adikku. Terlihat wajah yang semakin menua itu panic, adikku juga panic meskipun dalam keseharian kami seolah tidak saling memperdulikan.
Melihat kondisiku yag tak kunjung membaik, Ayahku memutuskan untuk membawaku ke Rumah Sakit. Jarak klinik itu ke rumah sakit tidaklah jauh. Tapi jika ditempuh dengan kondisi menahan rasa sakit jarak itu seolah-olah menjadi 10 kali lipat. Lama sekali.

2 komentar: