Senin, 27 Agustus 2012

Salahkah Jika Aku di Rumah

Ketika aku putuskan untuk tidak tinggal lagi di kos, apakah keliru?

Hemmmm.... keputusan itu muncul tidak secara instan. Perlu pemikiran yang mendalam terkait dengan konsekuensi-konsekuensi yang akan muncul jika kuambil keputusan itu. Sudah aku pikirkan matang-matang dan akhirnya kuputuskan "IYA AKU TIDAK NGEKOS LAGI".

Aku yakin akan banyak perubahan yang akan kualami. Tiga tahun terbiasa dengan dunia kos-kosan yang cenderung "bebas" dan sekarang harus tinggal di rumah dengan segala aturan tak boleh terlambat sampai rumah.Ya, perlu pembiasaan lagi.

Dan yang paling berat adalah, ketika aku tahu kalian dalam tahap persiapan sebuah kegiatan, aku tidak bisa membantu. Aku hanya bisa melihat dari kejauhan dan berdoa, semoga tidak terlupakan.

Aku berbohong, ketika aku bilang tak merindukan kalian....
Aku berbohong, ketika aku bilang tak ingin mampir ke sana....
Aku berbohong, ketika aku bilang tak mau berkumpul dengan kalian...



Tahu, kenapa aku begitu. Aku hanya ingin menghibur diri sendiri kawan, meskipun cara yang aku pergunakan salah, dan benar-benar salah.

Harusnya, aku bilang rindu kepada kalian....
Harusnya, aku langsung saja mampir ke sana...
Harusnya, aku ikut berkumpul bersama kalian....

Namun, keadaannya berbeda. Aku sudah tak bisa seenaknya lagi keluar rumah. Pulang jam 12 malam dari kampus. Tidur di sanggar. Begadang sampai pagi.

Hemmmm, inilah keputusanku. Aku tahu akan banyak yang berubah, dan aku harus bisa menyesuaikan diri. Satu hal yang perlu diketahui, Saya sangat ingin bisa berkumpul bersama kalian dan ketika saya sudah ada di tengah-tengah kalian tolong jangan sia-siakan perjuangan saya. 

0 komentar:

Posting Komentar