Rabu, 22 Agustus 2012

Kartu Berobat Baru


ilustrasinya kaya gini


siang tadi, sesuai dengan janji aku pergi ke demak. hemmm, ceritanya mau halal bihalal nie. pakaian rapi, motor udah cakep, yups siap meluncur. mungkin karena terllau semangatnya jadi lupa pakai sarung tangan, lupa pakai kacamata dan lupa pakai kaos kaki. tapi ya sudahlah toh cuma ke demak ini.

semua berjalan lancar. kami berkumpul di tempat yang dijanjikan dan bersama-sama pergi ke rumahnya Pak Natsir (Ka.Kwarcab Demak). ternyata udah dimulai, termasuk rombongan yang telat nie. tapi tak apalah daripada tidak sama sekali. betul???

beraneka macam penganan, buah tersaji di depan. anehnya aku tak berselera sedikitpun. aneh kan??? nggak biasanya aku kaya gini. barang kali karena aku merasakan sesuatu yang tak enak dalam perutku sehingga seenak apapun makanan di hadapanku aku tak tertarik. tak seperti biasanya juga aku menjadi sosok yang pendiem, bukan karena disekeliling banyak orang tua aku jadi membatu, namun lebih karena aku udah nggak kuat nahan sakit. huhuhuhuhu.... perutku sakit kakak. 
dalam hati aku menjerit "TOLONG!!!!!! bawa aku pulang" tapi acara belum selese nggak enak kalo langsung pulang. satu-satunya jalan ya mencoba BERTAHAN. keringat dingin mulai netes. angin yang seharusnya menyejukkan menjadi terasa dingin sekali. dan akhirnya aku tak sanggup. ok saya menyerah, setelah acara salam-salaman dan hadirin yang lain sedang mengambil makan saya pamit pulang. 

Dengan tenaga sisa, aku laju si Jupe untuk pulang ke rumah. di tengah jalan sempat terasa mual dan ingin muntah. beberapa kali aku juga pelankan motorku karena konsentrasi sudah mulai menurun. tak terbayangkan jika aku pingsan dalam kecepatan tinggi. jangan sampai.

Allah masih sayang padaku. aku sampai rumah dengan selamat. ada ibu dan ayah di rumah langsung memberi pertolongan pertama. apa lagi kalau bukan kerokan. hehehehhehehe... obat mag udah aku minum, teh hangat juga aku habiskan namun perut belum ada perubahan. masih sakit pake banget. entah energi dari semua makanan dalam perutku keluar begitu saja. sedikit lega sih, namun perutku semakin sakit. 

Klinik, tujuan berikutnya. di bonceng ayah aku dibawa ke klinik As-Syifa. klinik yang sering aku datangi dulu dengan keluhan yang sama. mungkin karena udah terlalu lama nggak kesana kartu berobatku yang dulu hilang. yaudah di bikinin lagi deh. sebenernya pada saat masih di jalan perutku udah agak mendingan. ya, karena udah terlanjur sampai mau gimana lagi, sekalian priksa dan minta obat aja.

sudah aku duga dokternya akan bilang "jangan makan yang pedhes atau kecut ya, mbak. jangan telat makan. jangan kecapekan. jangan lupa obatnya diminum sampai habis" aku udah hapal banget kata-kata itu. dan obat yang aku terima ya, seperti obat-obatku dulu. Sama kok, yaiyalah wong keluhanya juga sama.

aku berharap, hal seperti ini tak pernah terjadi lagi. apalagi berkendara dengan menahan perut sakit. sangat berbahaya. Jangan diulangi lagi ya, Ken!!!!


0 komentar:

Posting Komentar