Kamis, 02 Agustus 2012

Ke Rumah Yenni




Rabu, 1 Agustus 2012. Sebuah perjalanan panjang aku tempuh bersama teman-teman kuliah. Tujuannya adalah Grobogan, tempat salah seorang sahabatku, Yenni Indriyani tinggal. Dia lagi berduka saat itu karena baru saja ditinggal oleh ayahnya. Untuk itu dengan berbagai usaha pokoknya aku dan Hida berserta teman-teman yang lain harus sampai di Grobogan dan bertemu dengan Yenni.

Perjalanan menuju Grobogan tidak bisa dibilang dekat, perlu waktu kurang lebih tiga jam supaya bisa sampai sana. Cuaca panas menjadi tantangan berikutnya, apalagi kondisi kami yang sedang puasa menjadikan perjalanan ini tak terlupakan. Luar biasa.

Kebanyakan jalan yang dilalui merupakn trek lurus dengan kondisi jalan yang lumayan bagus. Hal tersebut seolah membangkitkan jiwa liar kami untuk memacu kendaraan lebih kencang. Wal hasil kebut-kebutan deh. Beberapa kejadian pun terjadi selama perjalanan. Naik motor seakan melayang, tidak bisa menghindari lubang, sampai hampir menabrak kuda. Kemudian hal yang paling sering terjadi adalah ketinggalan dari rombongan. Hehehehehe... kalau itu sie yang aku alami, beberapa kali tertinggal akhirnya bisa mengejar, ketinggalan lagi, kejar lagi, ketinggalan lagi kejar terus sampai ketemu.


Sekitar pukul lima sore, kami tiba di kediaman Yenni. Yang pertama kami temui adalah kakaknya, Mas Yoga. Lalu Yenni keluar berikutnya. Diluar dugaan dia keluar dengan senyum, tampak sekali ketegarannya. Itulah Yenni yang aku kenal. Pelukan hangat kupersembahkan untuk sahabatku itu. Hemmm,. Sudah lama tak memelukmu kawan. Setelah itu kami bercerita panjang lebar, mengenai apapun. Tentang detik-detik meningglaknya sang ayah, tentang PPLnya, tentang kejadian lucu selama perjalanan dan apapun. Luar biasanya Yenni menceritakan itu semua dengan enteng dan itu menyiratkan dia sudah ikhlas. Salut buat Yenni lah.

Sebenernya pengen sih lebih lama menemaninya, namun apa ada daya besok sudah harus melaksankan tugas dan kewajiban lagi. Akhirnya usai menunaikan ibadah salat magrib kami pamitan untuk kembali ke Semarang. Terakhir, pelukan hangat dari kami untuk Yenni supaya semakin tegar dan segera kembali kembali kerutinitas seperti biasa.

0 komentar:

Posting Komentar